alexametrics

Sudah 11 Hari, Banjir Kabupaten Pekalongan Belum Ada Tanda-Tanda Surut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sudah 11 hari wilayah utara Kabupaten Pekalongan terendam banjir. Belum sempat surut tuntas, kemarin (16/2/2021), genangan justru bertambah tinggi. Warga menyebut, air makin tajam menyebabkan gatal-gatal.

Sejak Sabtu (13/2/2021) lalu, warga sudah senang karena hujan tidak turun terus-menerus hingga Minggu (14/2/2021). Dua hari itu, hujan hanya turun beberapa menit dan tidak deras. Harapan itu tiba-tiba pupus ketika Senin (15/2/2021) malam hujan turun cukup deras hingga kemarin pagi.

Wahadat, warga Desa Mulyorejo RT 08, RW 03, Kecamatan Tirto, kemarin terpaksa mendorong sepeda motornya di jalan utama Desa Tegaldowo-Mulyorejo. “Kemarin air sudah sempat surut kira-kira satu jengkal. Kami sudah senang. Ternyata hari ini kembali tinggi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Wahadat mendorong motor dari rumahnya karena hendak berangkat kerja. Senin (15/2/2021) sore sepeda motornya masih mampu menerjang genangan. “Ini saya dorong karena tadi dari rumah di tengah jalan mogok. Banjirnya kembali dalam,” tuturnya.

Baca juga:  Batal Divaksin Pertama, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Selasa (16/2/2021), terhitung sudah 11 hari desanya terendam banjir. Makin lama menggenang, lanjut dia, air makin tajam menyebabkan gatal-gatal. “Airnya sekarang makin landhep. Cepat menyebabkan gatal-gatal,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, seluruh Desa Mulyorejo terendam banjir. Di jalan utama, genangan paling dalam setinggi betis orang dewasa. Di gang-gang, kata Wahadat, tinggi genangan bervariasi. Paling dalam setinggi pahanya. “Di dalam rumah saya juga sepaha. Kasur saya tumpuk di kursi. Sebelas hari hidup di atas air,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Semarang bergeser ke Desa Karangjompo. Genangan belum juga surut. Salah seorang warga setempat Faisol mengatakan, air tidak bertambah tinggi. “Tetapi tidak surut. Dalamnya relatif tetap,” ungkapnya.

Baca juga:  Bupati Tutup Tujuh Usaha Cucian Jeans

Di Kecamatan Wonokerto, genangan juga belum surut. Di Perum Griya Wiroto Asri, Desa Rowoyoso, genangan masih dalam. Paling dalam sepaha orang dewasa. Hary Aji Prayogi, warga RT 26, RW 10 mengatakan, genangan makin tinggi usai hujan Senin (15/2/2021) malam. Di dalam rumahnya, genangan setinggi pahanya. “Tidak surut malah tambah tinggi. Kaki saya sudah gatal-gatal,” katanya.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, sejauh ini banjir masih menggenangi empat kecamatan. Yakni Kecamatan Tirto, Wonokerto, Siwalan, dan beberapa titik di Kecamatan Wiradesa.

Dari empat kecamatan tersebut, total ada 9822 rumah, 11.801 keluarga, dan 39.405 jiwa terdampak. “Jumlah pengungsi hingga saat ini ada 1571 orang,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo.

Baca juga:  Temanggung Kuat dan Makin Hebat

Petugas BPBD masih terus keliling dan bersiaga di titik-titik banjir. Ia mengungkapkan, warga dapat sewaktu-waktu meminta bantuan petugas di lapangan. “Kami ada di titik-titik banjir bersama relawan-relawan lain,” jelasnya. (nra/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya