alexametrics

Banjir Selutut, Jadi Area Bermain Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Jalan utama Desa Pacar, Kecamatan Tirto, tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Terutama di bawah rel kereta api (KA), dekat jalan pantura. Di titik tersebut, banyak anak berenang dan bermain air.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang pada Selasa (19/1/2021), ada dua titik banjir di sepanjang jalan utama Desa Pacar. Titik pertama, di depan SMP Negeri 1 Tirto. Air setinggi betis orang dewasa. Kedua, mulai Bengkel Huda Motor hingga bawah rel KA. Kira-kira sepanjang 100 meter. Air di sana setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, di titik tertentu ada yang setinggi paha.

Baik di titik pertama maupun kedua, area banjir digunakan anak-anak untuk berenang. Jalan ini relatif lengang. Kendaraan besar tak boleh melintas. Warga memasang portal di ujung jalan itu, tepatnya di pintu masuk dari arah jalan pantura.

Baca juga:  Banjir Masih Tinggi, Warga Damarwulan Diungsikan ke Masjid

Jalan itu hanya boleh dilintasi kendaraan sepeda motor. Itupun sudah banyak yang mogok di tengah-tengah banjir. Masyitoh, 50, pemilik ruko di pinggir jalan itu mengatakan, sudah ada sepuluh lebih motor yang mogok. “Sejak tadi Subuh, saya buka toko ini. Terhitung ada sepuluhan lebih motor yang mogok,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi.

Ia mengungkapkan, air mulai meninggi sejak Senin (18/1/2021) siang. Kemudian makin meninggi, hingga air masuk ke rukonya mulai pukul 15.00. Hingga Senin malam air terus meninggi. “Saya sampai tidur di ruko. Karena malam itu sepertinya banjir tak mungkin saya terjang dengan motor,” ungkapnya.

Menurut Masyitoh, anak-anak mulai memenuhi area banjir sejak Selasa (19/1/2021) Subuh. Hingga pukul 10.00, ketika Jawa Pos Radar Semarang ke lokasi, masih banyak anak di sana. “Jadi mirip wahana bermain anak. Tapi mereka baik, saat ada motor mogok, mereka ikut bantu mendorong,” ujarnya.

Baca juga:  Fadia-Riswadi Dilantik, Ganjar: Harus Siap-Siap Dadi Babune Rakyat

Masyitoh menambahkan, bahkan ada orang tua yang sengaja mengantar. Ada juga yang sampai menunggui anak-anaknya bermain. “Ramai. Saya senang melihatnya dari sini,” katanya.

Anna, 30, sengaja dari Desa Sidorejo ke lokasi banjir untuk mengantar anak dan keponakannya bermain air. Ia bahkan membawa pakaian ganti untuk mereka. “Saya dapat info dari tetangga. Katanya sini banjir. Saya cek, anak saya langsung ingin turun ke air. Ya sudah saya turuti,” katanya.

Tak hanya di bawah rel KA dan depan SMPN 1 Tirto, jalan di gang-gang Desa Pacar juga terendam air. Jawa Pos Radar Semarang mencoba masuk ke salah satu gang. Tinggi air di gang-gang kisaran 30-50 sentimeter. Air juga masuk ke beberapa rumah yang lantainya rendah. (nra/ida)

Baca juga:  Tersapu Angin, Atap Terbang Timpa Rumah Lain

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya