alexametrics

125 Warga Terjangkit Chikungunya, Desa Kulu Paling Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, ada 125 kasus chikungunya sejak Januari hingga jelang akhir Desember 2020 ini. Di Kecamatan Karanganyar, chikungunya merebak di tiga desa.

Plt Kepala Puskesmas Karanganyar Yuhdi Syuhada menyebutkan, tiga desa di Kecamatan Karanganyar itu adalah Desa Banjarejo, Karangsari, dan Kulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus di Desa Kulu merupakan yang paling tinggi. Hingga Selasa (29/12/2020), Pemerintah Desa Kulu mencatat ada 37 warga di dua dukuh terjangkit chikungunya.

Yuhdi menambahkan, di Desa Karangasari kasus ditemukan di permukiman belakang minimarket (Alfamart). Ada sekitar lima orang terjangkit.

“Kemudian di permukiman belakang Sanggar Pramuka ada belasan orang terjangkit. Saya lupa jumlah persisnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara di Desa Banjarejo, jumlah kasus hampir sama dengan Desa Karangsari. Yuhdi mengatakan, belakangan memang pihaknya banyak menemukan kasus chikungunya di Kecamatan Karanganyar. Padahal, kata dia, tahun-tahun sebelumnya kasus itu jarang didapati.

Baca juga:  Rayakan Hari Jadi tanpa Keramaian

“Biasanya hanya di daerah-daerah tertentu, seperti Kecamatan Talun. Itu pun tidak banyak. Ini kok Karanganyar banyak. Mungkin karena faktor musim penghujan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, chikungunya memang bisa menular. Apabila dalam satu tempat terdapat orang terjangkit, biasanya orang lain di sekitarnya juga akan terjangkit.  “Karena nyamuk yang telah menggigit penderita, kemudian menggigit orang lain, itu bisa tertular,” jelasnya.

Ia menerangkan, orang yang terjangkit chikungunya akan merasa kaku dan linu di sekujur tubuh. Terutama di persendian. Namun itu akan pulih dengan sendirinya. “Paling cepat tiga hari, paling lama bisa semingguan,” katanya.

Hal yang akan membingungkan, kata Yuhdi, yakni gejala awal chikungunya. Penderita awalnya akan demam tinggi. Mirip gejala Covid-19. “Ini yang membuat orang terkadang bingung, ini Covid-19 atau chikungunya,” ungkapnya.

Baca juga:  Jembatan Glotak Sudah Bisa Dilintasi

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi chikungunya, warga harus rajin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan pola makan teratur. Terlebih apabila sudah ada kasus di sekitar. “Di Karangsari dan Banjarejo, kami sudah datangi dan melakukan penyuluhan. Ke Kulu, akan kami jadwalkan,” katanya.

Kepala Puskesmas Kedungwuni II Noor Endah mengaku belum mendapati kasus chikungunya. “Nanti coba kami telusuri lagi. Barangkali ada, tapi tidak terlaporkan,” ujarnya. (nra/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya