alexametrics

Pembagian Kios Pasar Kedungwuni Rawan Monopoli

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Pasar Kedungwuni baru dinilai rentan monopoli kios. Pasalnya, banyak pedagang yang mengantongi lebih dari satu Kartu Tanda Pemakai (KTP) atau Surat Izin Pemakai (SIP).

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan Saeful Bahri mengatakan, hal itu sangat tidak adil. Menurutnya, pembagian kios mestinya tidak menimbulkan monopoli. Mestinya, satu kios untuk satu pedagang.  “Supaya pedagang lain juga merasakan pembangunan. Jangan sampai ada monopoli,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengatakan, memang ada kelebihan kios. Total ada 1934 kios di Pasar Kedungwuni Baru. “Jumlah itu memang lebih banyak dari jumlah pedagang yang tercatat. Karena memang di antara mereka ada yang memiliki lebih dari satu KTP, ” ungkapnya.

Baca juga:  Pelantikan Tiga Dewan Tunggu Ketua Definitif

Ia mengatakan, itu karena sejak lama telah ada jual-beli kios antarpedagang. Jelang renovasi Pasar Kedungwuni, pihaknya melakukan pencatatan pedagang berdasarkan KTP. “Jika tidak kami catat berdasarkan KTP, pedagang juga akan keberatan. Karena dulunya mereka membeli dari pedagang lain,” ujarnya.

Pasar Kedungwuni direncanakan akan beroperasi pada Februari tahun depan. Pemindahan pedagang dari pasar darurat tidak akan dilakukan secara bertahap. Tetapi serentak. “Masih harus menyelesaikan pembangunan jalan dan sarpras lain. Kalau dipaksakan dipindah sekarang, pasar akan tidak nyaman,” jelasnya. (nra/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya