alexametrics

Petani Masih Sulit Tembus Bulog

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Petani Kabupaten Pekalongan masih kesulitan menjual beras kepada Bulog. Pasalnya, ada beberapa persyaratan kualitas beras yang tidak bisa dipenuhi. Di antaranya kadar air yang terlalu tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Plt Bupati Pekalongan Arini Harimurti di hadapan Komisi IV DPR RI Rabu (4/11/2020) kemarin. Ia mengatakan, pangan di Kabupaten Pekalongan tak perlu dikhawatirkan. Sebab, produksi beras per tahun surplus sekitar 57.437 ton.

Tak hanya itu, lanjut Arini, menurut RTRW Kabupaten Pekalongan memiliki lahan pertanian seluas 23.853 hektare. Ia melaporkan, hingga 31 Oktober 2020 kebutuhan beras 69.720 ton. Itu dapat terpenuhi 127.157 ton. Sehingga mengalami surplus 57.437 ton beras.

Namun, kata dia, permasalahan muncul saat musim panen. Tiap musim panen, biasanya harga jual beras dari petani anjlok. Sementara itu, lanjut dia, untuk menjual ke Bulog terkadang petani masih kesulitan.

Baca juga:  Layani Tamu saat Ramadan, Puluhan PK Diciduk

“Petani kami belum kadang belum bisa memenuhi standar kadar air yang ditetapkan Bulog. Kadar air beras masih terlalu tinggi,” katanya kemarin.

Ini, kata Arini, karena lantai jemur beras di beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan masih terbatas. Sehingga beras petani relatif masih basah.

Dengan kasus seperti itu, Arini berharap pencarian solusi bersama dari berbagai pihak. Ia juga berharap Bulog bisa menerima kekurangan kualitas produk petani lokal.

“Saya harap Bulog tetap menyerap beras dari petani. Jika kadar airnya masih tinggi, Bulog bisa mengeringkannya dengan alat pengering,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin menanggapi, stok beras untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Pekalongan sangat meyakinkan. Pihaknya akan mengupayakan agar Bulog tetap bisa membantu petani.

Baca juga:  Warga Terdampak Tanah Gerak Segera Direlokasi

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan hingga kini Bulog terus melakukan penyerapan dari petani. Bahkan Bulog butuh penyaluran agar beras tidak menumpuk di gudang. “Kami upayakan untuk selalu menyerap beras dari petani. Kami akan terus berkomunikasi dengan semua pihak agar masalah-masalah yang ada segera teratasi,” tutupnya. (nra/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya