alexametrics

Diduga Tak Netral, Kades Waru Lor Dilaporkan ke Bawaslu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Kepala Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa Abdul Hamid dilaporkan ke Bawaslu. Pasalnya, ia diduga terlibat aksi dukung-mendukung salah satu bakal pasangan calon (bapaslon).

Tim sukses (timses) bakal pasangan calon (bapaslon) bupati-wakil bupati Pekalongan Fadia-Riswadi atau “Dadi” melaporkan Abdul Hamid pada Selasa (22/9/2020). Ketua Tim Hukum “Dadi” Tri Yoga mengatakan, pihaknya mendapat laporan beserta bukti-bukti Abdul Hamid bersikap tidak netral.

“Yang bersangkutan masih berstatus kades aktif tetapi ikut mendukung salah satu bapaslon,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di kantor Bawaslu.

Tri Yoga menambahkan, timnya telah mengumpulkan sejumlah bukti berupa foto dan video. Pihaknya juga siap mendatangkan saksi-saksi. “Sementara ini yang kami bawa hanya foto. Kami punya bukti lain. Nanti kami bawa pada pertemuan selanjutnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Terhimpit Utang, Edarkan Uang Palsu

Seperti yang diketahui, Abdul Hamid merupakan kader PDI Perjuangan. Namanya sempat masuk dalam bursa bakal calon bupati Pekalongan pada pilkada tahun ini. Namun tidak mendapat rekomendasi.

Pada pilkada tahun ini, PDI Perjuangan menempatkan Riswadi sebagai bakal calon wakil bupati Pekalongan mendampingi Fadia dari Partai Golkar.

Menanggapi pelaporannya, Abdul Hamid mengatakan dalam deklarasi dukungan bapaslon Asip-Sumarwati, ia hadir sebagai kader partai. Bukan sebagai kepala desa.

“Bahkan saya mengantongi kartu kader partai. Apalagi saat itu di luar jam kerja. Mestinya ini ditanggapi dengan kepala dingin,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pekalongan Muhamad Safi’i mengonfirmasi, laporan itu telah diterimanya. Namun, ada beberapa berkas laporan yang belum lengkap. “Kami suruh lengkapi berkasnya. Mereka akan datang kembali,” ujarnya.

Baca juga:  Ubah Citra Negatif Karang Taruna, Genjot Potensi Pemuda

Bawaslu memberi tenggat waktu dua hari bagi timses “Dadi” melengkapi berkas tersebut. Jika sudah, Bawaslu akan mengkaji laporan itu. Kemudian dibawa ke sidang pleno untuk menetapkan itu bisa ditindaklanjuti ke langkah berikutnya atau tidak. Jika dalam dua hari berkas itu tidak bisa  dilengkapi, Bawaslu akan menjadikan laporan ini sebagai temuan. “Nanti ada tim yang akan bergerak menindaklanjuti temuan itu,” tutup Safi’i. (nra/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya