alexametrics

Tak Lakukan Transaksi, Saldo Jutaan Rupiah Raib

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Casmonah, 44, kaget ketika menerima SMS notifikasi penarikan saldo. Ia merasa tak melakukan penarikan. Tapi SMS itu mengatakan, saldo ATM miliknya berkurang jutaan rupiah.

Warga Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan itu kaget dan curiga. Ia mengingat, terakhir melakukan penarikan pada Senin (31/8/2020) lalu di ATM samping Polres Pekalongan. Tetapi ada notifikasi SMS penarikan saldo sebesar Rp 2,5 juta pada Senin (7/9/2020) pukul 17.34. “Saat itu saya berada di rumah. Notifikasi SMS itu masuk. Saya curiga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/9/2020).

Ia mengira, kartu ATM-nya dicuri dan disalahgunakan orang lain. Ia lalu mengecek tas miliknya. Kartu ATM dan buku tabungannya masih ada di sana.

Baca juga:  Bupati Pekalongan Terjunkan Tim Independen untuk Pelototi Bansos

Penasaran, Casmonah mengecek saldo lewat m-banking. Benar, saldonya berkurang. “Saya bingung, wong saya tidak melakukan transaksi hari itu,” ujarnya.

Casmonah lalu menanyakan perihal itu ke temannya yang bekerja di bank. Menurut penuturan temannya, itu kejahatan skimming. Ia lantas melakukan pencarian di internet soal skimming. “Saya searching di internet, skimming adalah kejahatan duplikasi kartu ATM dengan cara memasang alat di mesin ATM,” terangnya.

Selasa (8/9/2020) pagi, ia melaporkan kasusnya ke bank. Keterangan bank, sudah ada 20 orang melaporkan hal serupa. “Katanya ada yang kehilangan saldo mulai Rp 6 juta hingga juga Rp 10 juta,” katanya.

Ia menuturkan, tetangganya juga mengalami. Bedanya, tetangganya itu tak menggunakan m-banking. Jadi tak menerima notifikasi. Casmonah menyarankannya mengecek langsung ke bank. “Tetangga saya terkuras Rp 6,9 juta. Hanya, disisakan saldo Rp 140 ribu. Setelah laporan transaksi dicetak, ternyata ada penarikan sebanyak tiga kali. Ia juga kesal,” ceritanya.

Baca juga:  Sistem Aduan Pekalongan Terintegrasi secara Nasional

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kasus itu. Ada puluhan nasabah korban pembobolan ATM bermodus skimming. Termasuk anggota Polres Pekalongan.

“Kasus ini sedang dalam penyelidikan. Kami bekerja sama dengan ahli IT bank untuk mengungkap kasus ini. Di mana saja lokasinya. Bisa saja tidak cuma satu lokasi,” katanya.

Terpisah, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengataka, BRI saat ini sedang melakukan investigasi kejadian tersebut. “Apabila terbukti benar tindak kejahatan skimming, BRI akan bertanggung jawab atas kerugian nasabah dan menyelesaikan hal tersebut,” tutupnya. (nra/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya