alexametrics

Pemkab Pekalongan Tetap Genjot IPM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Meski secara statistik menurun, angka putus sekolah masih menjadi catatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. Hal ini karena aspek pendidikan diprioritaskan demi meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan, pada 2018 angka putus sekolah SD/MI berada di titik 0,22 persen. Tahun 2019 menurun menjadi 0,14 persen.

“Sementara itu angka putus sekolah siswa SMP/MTs pada tahun 2018 adalah 0,16 persen, turun menjadi 0,12 persen pada tahun 2019,” katanya saat rapat paripurna memperingati hari jadi ke-398 Kabupaten Pekalongan, di kantor DPRD, Selasa (25/8/2020).

Capaian itu, lanjut Asip, tidak membuat pihaknya lantas mengalihkan fokus. Aspek pendidikan akan terus menjadi konsen Pemkab Pekalongan dalam upaya membangun IPM.

Baca juga:  Fisioterapis Profesional Masih Terbatas

“IPM Kabupaten Pekalongan tahun 2019 adalah 69,71 persen.  Meningkat dari IPM tahun 2018 sebesar 68,97 persen,” bebernya. Meningkatnya IPM itu, kata Asip, selain karena faktor angka harapan hidup (AHH) juga dipengaruhi angka harapan lama sekolah (AHLS) dan angka rata – rata lama sekolah (ARLS).

“AHLS sebesar 12,40 persen, ARLS sebesar 6,88 persen. Karena itu, berarti aspek pendidikan menjadi faktor penting dalam hal ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang cukup membanggakan pihaknya adalah  angka kelulusan UN SD/MI maupun SMP/MTs serta program pendidikan nonformal (paket A, B, maupun C). Baik pada 2018 maupun 2019 mencapai 100 persen.
Hal itu, lanjut Asip,  dibarengi dengan meningkatnya proporsi SD/MI yang sesuai standar nasional pendidikan. Pada 2018 hanya 56 persen, meningkat menjadi 60 persen dari seluruh SD/MI yang ada di Kota Santri. “Ini akan tetap menjadi catatan kami. Agar kami terus fokus untuk meningkatkan,”tutupnya. (nra/lis/bas)

Baca juga:  Inspeksi Bendera Merah-Putih dengan Gowes

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya