Memprihatinkan, 4.000 Anak di Kabupaten Pekalongan Tidak Sekolah

458
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat mengukuhkan Tim Kudu Sekolah Kamis (13/8/2020). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan dinilai masih tinggi. Sekitar empat ribu anak. Pemkab menarget tim Kembali Upayakan Dukungan untuk Sekolah (Kudu Sekolah) entaskan ribuan ATS pada 2021 mendatang.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, berdasarkan data 2019 jumlah ATS paling banyak di tiga kecamatan, yakni Kandangserang, Bojong, dan Kajen. “Tim Kudu Sekolah ini yang nantinya akan kami gerakkan untuk mengatasi itu. Kami target 2021 angkanya turun, syukur-syukur habis,” katanya usai mengukuhkan tim Kudu Sekolah Kamis (13/8/2020).

Dalam kerjanya, lanjut Asip, tim tersebut akan terjun ke lapangan mencari dan memetakan permasalahan ATS. Kemudian mereka mendampingi ATS memecahkan permasalahan.
“Nanti tim ini yang akan memberi arahan apakah anak harus masuk ke sekolah reguler atau kejar paket. Bergantung pada kasus dan kondisi keluarga anak,” imbuhnya.

Kudu Sekolah memprioritaskan ATS dan anak SD yang tak bisa melanjutkan ke SMP. Selain mengurangi ATS, tim ini juga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, gerakan Kudu Sekolah merupakan upaya menumbuhkan kembali konsep kolaborasi Pemkab, Pemerintah Kecamatan, Desa, Perguruan Tinggi, dunia usaha, dan pegiat peduli pendidikan. (nra/ton/bas)