Tak Dibagikan di Masjid, Warga Kecele

247
Panitia kurban Masjid Al Muhtaram ketika membungkus daging kuban yang siap mereka bagikan di RPH Wiradesa, Jumat (31/7/2020). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Puluhan warga yang datang ke Masjid Al Muhtaram Kajen kecele. Mereka menyangka penyembelihan dan pembagian daging kurban sama seperti pada tahun sebelumnya. Padahal Idul Adha kali ini penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Wiradesa. Pembagian daging tak menggunakan kupon.

Beberapa sapi memang sengaja diinapkan semalam di Masjid Al Muhtaram sehari sebelum Idul Adha. Usai salat id, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi secara simbolis melepas hewan kurban itu untuk panitia dibawa ke RPH Wiradesa.

“Warga menyangka kami akan melaksanakan penyembelihan di area masjid, seperti tahun-tahun lalu,” kata ketua panitia kurban Masjid Al Muhtaam Kajen Hadi Wibowo kepada Jawa Pos Radar Semarang Jumat (31/7/2020).

Karena pandemi, lanjut Hadi, penyembelihan dan pengelolaan hewan kurban dilakukan di RPH untuk mencegah kerumunan. Tahun ini pembagian daging kurban juga tak seperti biasanya menggunakan kupon. Daging langsung diantar ke rumah-rumah setelah dikelola di RPH. “Biasanya menggunakan kupon, kemudian warga antre di masjid,” imbuhnya.

Tak jauh beda dengan tahun lalu, panitia kurban Masjid Al Muhtaram Kajen kali ini membagikan sekitar 1.200 bungkus daging kurban ke warga. Mereka tak merasa kesulitan meski harus menerapkan protokol kesehatan. “Hanya kadang-kadang sulit bernafas karena harus mengenakan masker. Selain itu, jarak dari dari Kajen ke Wiradesa cukup jauh, jadi memakan waktu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD RPH Wiradesa Abdul Majid mengatakan, sejauh ini sudah ada empat panitia kurban dari empat masjid di Kabupaten Pekalongan yang memanfaatkan RPH. RPH tidak memungut biaya sewa tempat. Namun menyediakan tenaga penyembelih dan yang menguliti.

“Itu baru hari pertama. Sebab ada juga masjid yang baru akan melaksanakan pemotongan hewan pada hari kedua atau ketiga Idul Adha,” katanya. (nra/lis/bas)