Asip: Kabar Zona Hitam Itu Hoaks

374
KONFIRMASI: Bupati Pekalongan Asip Kholbih mencicipi kuliner saat peresmian UMKM Center Jampi Rogo, Madukaran, Wonopringgo Kamis (16/7) lalu. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONFIRMASI: Bupati Pekalongan Asip Kholbih mencicipi kuliner saat peresmian UMKM Center Jampi Rogo, Madukaran, Wonopringgo Kamis (16/7) lalu. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Kabar Kabupaten Pekalongan berstatus zona hitam Covid-19, langsung ditepis Bupati Asip Kholbihi. Dia menegaskan kabar tersebut hoaks.

Kabar zona hitam itu beredar di media sosial belakangan ini. Tersebar melalui pesan berantai di Whatsapp (WA). Muncul setelah suami Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Imron dinyatakan terpapar Covid-19.
Dalam pesan berantai itu, disebutkan bahwa Imron melakukan kunjungan kerja ke salah satu sekolah. Kemudian Imron melakukan kontak fisik dengan seluruh guru.

“Kabar itu hoaks, tidak benar. Kabupaten Pekalongan masih dalam zona kuning dengan risiko rendah,” kata Asip kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (23/7).

Perkembangan terakhir, lanjut Asip, total ada 29 kasus positif Covid-19. Jika dirinci, 12 dirawat, 12 sembuh, 3 isolasi mandiri, dan 2 meninggal.

“Bahkan dalam monitoring, banyak desa yang masuk dalam kategori zona hijau karena tidak ada kasus sama sekali,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro menegaskan bahwa kabar zona hitam itu tidak benar. Menurutnya, tiap ada kasus pihaknya selalu melakukan tracking yang terukur dan terstruktur.
“Tracking yang kami lakukan itu merupakan upaya menjaring mereka yang berisiko. Jadi jelas kabar itu tidak benar,” tandasnya. (nra/zal)





Tinggalkan Balasan