156 KK Korban Rob Minta Direlokasi

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengunjungi dapur umum, untuk memastikan persediaan logistik bagi para pengungsi korban banjior rob, di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sebanyak 156 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, yang rumahnya terendam banjir rob, akhirnya meminta bupati untuk relokasi.

Hal itu terungkap ketika Bupati Asip Kholbihi Minggu (7/6/2020) mendatangi dapur umum korban banjir di Desa Semut, untuk melihat langsung kesiapan relawan dalam menyiapkan logistik bagi 300 pengungsi korban rob.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan desa, telah menyiapkan lahan untuk relokasi bagi warga Simonet. “Kepala desa sudah menyiapkan lahan tinggal. Nanti kami akan berkoordinasi dengan gubernur dan Kementerian PUPR serta Kementerian Kelautan Perikanan, untuk mengusahakan perumahan nelayan. Sehingga mereka bisa direlokasi karena mayoritas bermatapencaharian nelayan,” ungkap Asip.

Bupati juga mengatakan bahwa relokasi bagi warga Simonet dikategorikan sangat mendesak. Pasalnya daerahnya seperti pulau yang dikelilingi sungai besar sehingga sangat berbahaya ketika dihuni sebagai tempat tinggal.

“Simonet ini terpisah seperti pulau di tengah-tengah sungai dan laut. Saat ini ketinggian air pasang atau rob di tempat tersebut mencapai sekitar 1 meter lebih. Mudah-mudahan warga bisa bersabar atas musibah yang terjadi,  Apalagi ditambah situasi pendemi Covid-19 ini, semoga semua kondisi warga selalu dalam keadaan baik,” harap Asip.

Sementara Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo menjelaskan sebanyak 1.962 rumah yang tersebar di 11 desa di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, terdampak banjir rob dengan ketinggian mulai 50 centimeter hingga satu meter.

Menurutnya rob melanda sejumlah desa di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Tirto, Wonokerto, dan Siwalan. Di Kecamatan Siwalan banjir rob melanda Desa Boyoteluk, jumlah rumah terdampak 180 rumah dengan 200 kepala keluarga, dan Desa Depok dengan 300 rumah terdampak yang dihuni 400 kepala keluarga.

“Jumlah total terdampak ada 1.962 rumah dan 2.553 KK, warga Dukuh Simonet diungsikan ke gedung TPS Desa Semut. Posko kesehatan kami sediakan 24 jam, karena mulai ada keluhan warga yang sakit,” jelas Budi. (thd/lis/bas)





Tinggalkan Balasan