Menyaru Anggota TNI, Tipu Janda Rp 60 Juta

263
Rendi, 25, (Kiri) warga Desa Cibelok, warga Kecamatan Taman, anggota TNI gadungan sedang diperiksa di mapolres Pekalongan. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sumiarti, 39, warga Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan rela mentransfer uang sebesar Rp 60 juta kepada Rendi, 25, yang belakangan diketahui sebagai anggota TNI gadungan.

Sumiarti, seorang janda beranak dua ditemui di Mapolres Pekalongan, usai memberikan keterangan (8/4/2020) mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika awal Januari 2020, dirinya berkenalan dengan seorang pemuda di medsos yang mengaku sebagai seorang anggota TNI berpangkat Kapten dan bertugas di Jakarta.

Untuk menyakinkan Sumiarti, Rendi setiap kali berkomunikasi selalu mengenakan seragam TNI lengkap dengan pangkat Kaptennya. Dalam komunikasi tersebut, Rendi mengaku kesulitan uang untuk dapat pindah ke Koramil Pemalang dan berjanji akan menikahi Sumiarti, jika sudah pindah tugas ke Koramil Pemalang.

“Rendi berulangkali berjanji untuk menikahi saya, maka saya transfer uang sebesar Rp 60 juta, secara bertahap dari awal bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Maret 2020, supaya dia bisa cepat pindah tugas ke Koramil Pemalang,” ungkap Sumiarti.

Namun setelah uang ditransfer awal bulan April 2020, Rendi sulit dihubungi dan selalu beralasan sedang dinas luar, atau menyiapkan semua dokumen. Karena tidak ada kepastian, bahkan nomor kontaknya pun sudah diganti dan tidak bisa lagi dihubungi. “Akhirnya saya mendatangi ke Koramil Pemalang, ternyata di sana tidak ada anggota TNI yang bernama Rendi berpangkat Kapten, saya baru sadar kalau saya telah tertipu,” kata Sumiarti.

Sementara itu, Kasubag Humas Pores Pekalongan, AKP Akrom membenarkan bahwa ada warga Kedungwuni melapor ke Polres Pekalongan, bahwa dirinya telah tertipu oleh seorang anggota TNI gadungan.

Menurutnya Rendi saat ini sedang ditahan di Mapolres Pekalongan. Agar kejadian yang serupa tidak terulang kembali, kami imbau kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan seseorang yang baru dikenalnya. Lebih-lebih lagi kita diminta untuk mentranfer sejumlah uang,” jelas s AKP Akrom. (thd/bas)





Tinggalkan Balasan