Kedatangan 23.000 Pemudik, Pemkab Siapkan RS Rujukan Baru

256
Pupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau Puskesmas Wonokerto 2, yang akan digunakan sebagai Rumah sakit rujukan lini tiga pasien korona. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Meningkatnya jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kabupaten Pekalongan dimana hingga Senin (6/4/2020) bertambah menjadi 99 orang dari sebelumnya hanya 49 orang. Penambahan tersebut disebabkan adanya laju pemudik yang cukup besar yakni mencapai 23.000 orang dalam tiga pekan terakhir.

Untuk menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menambah rumah sakit rujukan lini tiga untuk mereka para penderita terinfeksi virus Corona. Adapun Rumah sakit tersebut, adalah Puskesmas 2 Wonokerto. RS tersebut nantinya akan ada penambahan jumlah ruang isolasi pasien ODP dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pekalongan .

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau Puskesmas Wonokerto 2, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sebagai upaya untuk  mengantisipasi membludaknya jumlah pasien yang disebabkan oleh  laju pemudik dari daerah zona merah Covid-19 yang sangat tinggi.

Menurutnya Puskesmas Wonokerto 2 sebagai rumah sakit rujukan lini tiga, karena lokasinya yang jauh dari pemukiman penduduk. Maka untuk menunjang sebagai RS lini tiga tersebut, akan membuat ruang isolasi dengan kapasitas 46 tempat tidur.

“Puskesmas 2 Wonokerto sudah kita plot sebagai RS rujukan lini tiga, dengan kapasitasnya untuk Orang Dalam Pantauan 40 dan untuk Pasien Dalam Pengawasan enam, plus ruang untuk para tenaga medis,” ungkap Bupati Asip.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Mukarromah Syakoer mengatakan, bahwa para urban yang pulang ini sudah dibuatkan protokol maupun standar Operasional Prosedur (SOP) dari Dinas Kesehatan, yang ditindaklanjuti desa dan puskesmas dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya pemudik yang pulang akan  langsung diperiksa kesehatannya, dengan melakukan pengecekan suhu badan. Kalau suhunya di atas 38 maka akan dirujuk ke Puskesmas. Kalau tidak bisa isolasi mandiri di rumahnya masing-masing sekitar 14 hari.

“Dari 23.131 orang pemudik ini, ada sebanyak 99 orang di posisi orang dalam pengawasan  dan yang dipantau ada 61 orang. Sementara yang dirawat di RSUD Kraton ada dua orang,” kata Mukaromah. (thd/bas)





Tinggalkan Balasan