Gubuk Togel Resahkan Warga Kepatihan

378
Puluhan warga Kelurahan Kepatihan, Wiradesa, mendatangi kantor Kelurahan menuntut penutupan gubuk di Dukuh Kebonjeruk yang digunakan untuk tranksaksi togel. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Puluhan warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/4/2020) kemarin, menggrudug Kantor Kelurahan Kepatihan. Warga menuntut Kepala Kelurahan menertibkan gubuk yang digunakan untuk transaksi togel.

Pasalnya warga resah dan merasa terganggu dengan adanya kegiatan togel yang banyak dikunjungi warga termasuk warga yang datang dari luar Kelurahan Kepatihan. Terlebih dalam kondisi saat ini masyarakat tidak boleh berkumpul.

Pengurus RT 06 Dukuh Kebonjeruk, Kelurahan Kepatihan, Ridwan mengungkapkan sebelumnya warga sudah menegur Yulianto pemilik Gubuk yang digunakan untuk berjualan togel.

Namun yang bersangkutan selalu keberatan, dengan alasan gubuknya hanya digunakan pada malam hari dan itu pun hanya sebentar, yakni ketika orang akan membeli dan menunggu hasil penjualan togel.

“ Hasil kesepakatan dengan pihak kelurahan, gubuk tersebut harus dikosongkan dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan togel lagi, pemilik juga sudah membuat surat pernyataan,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, Camat Wiradesa, Bambang, menegaskan bahwa sebelumnya Polsek Wiradesa sudah mengamankan dua orang warga yang terlibat dalam kegiatan transaksi togel, yakni warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa dan Desa Depok, Kecamatan Siwalan yang nekat menerima pemasangan judi togel di sebuah rumah gubuk tersebut.

“Bahkan Polisi juga mengamankan barang bukti seperti bendel kupon togel dan sejumlah uang tunai dan tiga lembar kertas karton. Karena warga melihat gubuk itu masih terus dibuka, maka warga marah. Namun sekarang gubuk itu sudah ditutup sendiri oleh pemiliknya,” tegas Bambang. (thd/bas)





Tinggalkan Balasan