Respon Cepat Bupati Asip Kholbihi Tangani Banjir di Pekalongan

1554
SUPLAI MAKANAN: Bupati Asip Kholbihi membuat dua dapur umum bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk membuat 6 ribu nasi bungkus setiap harinya untuk korban banjir.(DOK)
SUPLAI MAKANAN: Bupati Asip Kholbihi membuat dua dapur umum bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk membuat 6 ribu nasi bungkus setiap harinya untuk korban banjir.(DOK)

RADARSEMARANG.ID,  KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus berupaya mengurai persoalan banjir yang masih menjadi momok sebagian masyarakat Pekalongan. Mulai pembangunan tanggul sepanjang delapan kilometer. Membentang dari bantaran Sungai Baru Sragi hingga Desa Jeruksari. Melakukan normalisasi Sungai Mrican dan Bremi. Hingga mengerahkan sejumlah pompa di titik titik genangan.

LAYANAN KESEHATAN: Bupati Asip Kholbihi memastikan RSUD Kraton tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik meski rumah sakit kebanjiran.(DOK)
LAYANAN KESEHATAN: Bupati Asip Kholbihi memastikan RSUD Kraton tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik meski rumah sakit kebanjiran.(DOK)

Namun intensitas hujan yang cukup tinggi sepekan terakhir, masih menyisakan banjir di sejumlah titik. Seperti di Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Tirto. Setidaknya sepuluh desa terdampak. Menggenangi dua ribu rumah. Kondisi tersebut memaksa tiga ratus warga mengungsi di Masjid Dupantex dan Masjid Al Karomah.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pun tak tinggal diam. Orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu pun langsung terjun ke lokasi banjir. Melihat kondisi secara langsung dan menengok warganya yang terdampak banjir. Bupati juga memberi bantuan logistik. Memastikan korban banjir mendapat jaminan kebutuhan selama mengungsi.

Menangani banjir di Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo, dan Desa Jeruksari, bupati mengerahkan pompa berkapasitas 500 liter per detik. Hasilnya, genangan di sejumlah desa mulai surut. Dari yang semula ketinggian airnya mencapai 70 sentimeter, surut menjadi 10 sentimeter.

Bupati mengatakan, untuk banjir yang melanda Desa Pacar, lebih disebabkan karena tersumbatnya drainase di desa tersebut. Sehingga tidak bisa mengalir ke Sungai Sengkarang yang berjarak 40 meter. Untuk mengatasinya, pihak pemkab langsung membobol saluran yang berada di bawah jalur pantura, sehingga air bisa mengalir ke Sungai Sengkarang. Demikian juga banjir yang ada di jalan protokol, mulai dari Kelurahan Podo hingga Kecatan Buaran, Bupati Asip membongkar saluran drainase sepanjang jalan tersebut, dengan dibantu kesadaran warga dengan membersihkan sampah yang menyumbat drainase.

Tidak hanya permukiman, RSUD Kraton juga tak luput dari banjir. Bupati Asip pun ikut turun ke lapangan dan membantu mengevakuasi pasien yang ruang rawatnya tergenang. Bupati juga memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Pasien mendapat layanan dengan baik meski kondisi ruangan kebanjiran.

Demikian juga dengan para pengungsi yang berada di dua titik, Bupati Asip memenuhi dan menjamin semua kebutuhan pengungsi. Mulai dari kebutuhan makan, minum, hingga kebutuhan bayi dan anak. Pemkab juga mendirikan dua dapur utama di Pabrik Sukun, Dessa Karangjompo dan Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan. Bupati juga menjamin adanya pelayanan kesehatan sselama 24 jam. Ada tujuh posko kesehatan yang didirikan. Dilengkapi tenaga medis dan obat-obatan.

Sementara, untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, Selasa (25/02) kemarin, pemkab menggelar rapat koordinasi penanganan bencana banjir. Dihadiri oleh Wali Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota Pekalongan, Bupati Pekalongan, Kepala BBWS Pemali Juwana, serta Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah. Dalam rakor tersebut terjadi kesepakatan bersama. Salah satunya dalam penanganan SungaiBremi dan Meduri. Mengingat lokasinya berada di Kabupaten dan Kota Pekalongan.

Dalam kesepakatannya, akan dilakukan pembangunan piintu dan stasiun pompa di pertemuan aliran Sungai Bremi dan Meduuri. Kemudian Pemerintah Kota Pekalongan akan menggeser pompa untuk membantu operasionalisasi sistem pompa yang akan dibangun bersama, sehingga air banjir yang ada di kedua wilayah tersebut dapat dialirkan ke laut.

Proses pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, karena letak rencana pembangunan pintu dan stasiun pompa berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Adapun desain untuk penanganan muara Sungai Bremi dan Meduri dibuat maksimalis. Hal itu mendasari pada kejadian banjir yang terjadi saat ini, sangat besar sebagai akibat tingginya curah hujan. Sehingga desain yang maksimalis tersebut diharapkan dapat mengantisipasi curah hujan yang relative tinggi di waktu-waktu yang akan datang.

Sedangkan untuk penanganan parapet Sungai Bremi dan Meduri yang saat ini mulai tidak berfungsi, akan dikoordinasikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten Pekalongan. Kemudian untuk pembangunan tanggul dan long storage di sisi utara tanggul Desa Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan, akan diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Menteri PU-PR.

Langkah respon cepat yang dilakukan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam penanganan banjir didukung penuh oleh semua lapisan masyarakat. Disamping untuk mengurangi penderitaan para korban banjir, juga sebagai upaya cepat penyelesaian banjir di Kabupaten Pekalongan. (thd/zal)

Tinggalkan Balasan