Ada Peserta Seleksi CPNS Andalkan Dukun

Bupati Asip: Dukun Terbaik Restu Orangtua

114
SEMANGATI PESERTA: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) 2020 di kampus Unnes, kemarin.(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGATI PESERTA: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) 2020 di kampus Unnes, kemarin.(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Seleksi CPNSD Kabupaten Pekalongan
– Jumlah formasi 409 kursi
– Rincian formasi: tenaga guru 250 formasi, tenaga kesehatan 90 formasi, dan tenaga teknis 69 formasi
– Jumlah peserta seleksi CPNSD 9.462 peserta
– Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) digelar di kampus Unnes, 12-16 Februari 2020
Diolah dari Berita

RADARSEMRANG.ID, KAJEN, – Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) 2020 ternyata ada yang mengandalkan bantuan dukun. Mereka mendatangi orang pintar sebelum mengikuti tes agar diberikan kelancaran dan lolos dalam persaingan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu seperti diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar sesi I CPNSD Kabupaten Pekalongan 2020 di kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (13/2).

Menurutnya, muncul kabar yang beredar bahwa dukun sekarang ini ramai didatangi para peserta seleksi CPNSD agar dapat dimudahkan dalam mengikuti seleksi. “Agar dapat dimudahkan dan sukses itu, pertama ya memohon doa kepada Allah SWT, kemudian memohon restu kepada kedua orangtua. Jadi, dukun terbaik itu ya orangtua,” tegas Bupati Asip kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bupati Asip juga berpesan, agar semua peserta seleksi dapat bersikap tenang, dan mengikuti semua aturan main dalam seleksi. Karena persaiangan seleksi CPNSD di Kabupaten Pekalongan cukup berat. Satu berbanding 30. Dari formasi 409, kompetitornya sebanyak 9.462 peserta. Sehingga faktor ketenangan, tidak tergesa-gesa, konsentrasi penuh, dan mempelajari karakter soal dengan baik, akan menjadi penunjang utama keberhasilan.

“Yang lebih penting lagi dalam keberhasilan adalah keyakinan terhadap diri sendiri atau percaya diri sendiri. Karena keputusan yang berdasar pada diri sendiri akan melahirkan jawaban-jawaban yang benar,” jelasnya.

Dalam seleksi CPNSD kemarin, Bupati Asip sempat melihat peserta yang sedang hamil. Pihaknya mengharapkan semua peserta mengikuti dengan baik, karena semuanya diperlakukan sama, tidak ada yang dibeda-bedakan.

“Di sini semua diperlakukan sama. Tidak dibeda-bedakan. Seleksi ini untuk mendapatkan ASN profesional, amanah, berguna bagi masyarakat, untuk membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan lebih sejahtera. Semoga semuanya nanti bisa bergabung bersama kami di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan,” ungkap Asip.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pekalongan Wiryo mengatakan, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) digelar di kampus Unnes selama lima hari, yakni 12-16 Februari 2020. Tes yang digunakan yaitu Computer Assisted Test (CAT).

Ia mengingatkan kepada seluruh peserta seleksi CPNSD untuk memperhatikan waktu dalam pengisian soal dan memetakan waktu setiap soalnya agar jawabnnya benar. Tidak seperti pada saat CPNSD di Purwokerto tahun lalu, banyak peserta tergesa-gesa hingga gagal.

Dikatakan, pada seleksi CPNSD tahun ini jumlah formasi yang diperebutkan 409 kursi. “Rinciannya, tenaga guru 250 formasi, tenaga kesehatan 90 formasi, dan tenaga teknis 69 formasi,” bebernya. (thd/aro)

Tinggalkan Balasan