Ribuan Warga Pesta Durian di Pekalongan

122
FESTIVAL DURIAN: Ribuan warga berebut gunungan buah dalam Festival Durian yang digelar di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (kanan) Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menikmati durian lokal yang dilombakan.
FESTIVAL DURIAN: Ribuan warga berebut gunungan buah dalam Festival Durian yang digelar di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (kanan) Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menikmati durian lokal yang dilombakan.

RADARSEMARANG.ID, KAJEN, – Ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, Minggu (9/2) kemarin, tumplek blek di acara Festival Durian Kabupaten Pekalongan di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Mereka memperebutkan 19 gunungan buah durian yang berasal dari 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan.(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Selain pawai gunungan buah, dalam festival itu juga diadakan lomba durian lokal. Terpilih sebagai juara I Durian Balong dari Desa Suroloyo, Kecamatan Doro. Sedangkan juara II diraih Durian Random dari Desa Suroloyo dan juara III Durian Pusoko dari Desa Randusari, keduanya dari Kecamatan Doro. Juara I Festival Durian ini mendapatkan Piala Bupati Pekalongan serta uang pembinaan Rp 2,5 juta.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, Festival Durian tahun ini digelar di wisata alam La Ranch, Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Tujuannya, untuk mempromosikan durian-durian unggulan lokal yang mempunyai rasa khas.

Menurutnya, Kabupaten Pekalongan saat ini sedang gencar mempromosikan objek wisata Kabalong. Yakni, Karanggondang, Limbangan dan Lolong. Tiga destinasi wisata ini sesuai nama desa setempat, yakni Desa Karanggondang, Desa Limbangan dan Desa Lolong yang memiliki potensi buah durian melimpah dengan rasa khas.

“Festival durian ini selalu diadakan di tiga desa tersebut. Nanti kita lihat situasinya, mana yang paling representatif. Ketiga desa tersebut adalah desa wisata yang akan kita kembangkan untuk menjadi ikon wisata di Kabupaten Pekalongan” ungkap Bupati Asip kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Asip menambahkan, pada 2020 ini, jumlah panen durian di Kabupaten Pekalongan hampir 10 ribu ton, meningkat dibanding 2019 yang mencapai 9 ribu ton. Kalau dinilai dengan uang mencapai puluhan miliar rupiah tergantung harga saat ini.

“Catatan 2019 lalu, hasil pendapatan dari seluruh destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan mencapai sekitar Rp 6 miliar. Ini menunjukkan lompatan yang luar biasa. Karena itu, perlu terus-menerus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar potensi ini bisa dikembangkan maksimal. Sehingga masyarakat punya penghasilan baru dari sektor wisata. Untuk buah unggulan kita, selain durian, ada manggis dan rambutan. Untuk durian pemasarannya masih dalam negeri, namun sangat menjanjikan,” bebernya.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun menambahkan, Festival Durian yang merupakan program tahunan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata merupakan event positif untuk menarik wisatawan datang ke Kabupaten Pekalongan.

“Saya kira event-event seperti ini perlu ditambah lagi untuk mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Pekalongan. Karena dengan banyaknya event tentu akan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Pekalongan,” katanya. (thd/aro)

Tinggalkan Balasan