Galian C Ilegal, 13 Truk Disita

530
DISITA: Belasan truk yang digunakan di galian C ilegal disita di Mapolres Pekalongan.(ISTIMEWA)
DISITA: Belasan truk yang digunakan di galian C ilegal disita di Mapolres Pekalongan.(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN, – Sat Reskrim Polres Pekalongan menyita 13 dump truk dan lima unit alat berat berupa evakuator, yang digunakan untuk menggali dan mengankut pasir dan batu dalam kegiatan penambangan illegal di Dukuh Picis, Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.

Sudrajat Prabowo, 57, warga Desa Pesalakan Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pemilik usaha Galian C ilegal ditangkap saat mengawasi aktivitas yang sudah berjalan hampir enam bulan tersebut.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus penambangan ilegal yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Pekalongan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat kemudian dilaksanakan penyelidikan.

Kemudian pada hari Rabu (5/2) sekitar pukul 14.00, Sat Reskrim Polres Pekalongan dipimpin Kasat Reskrim beserta anggota Dalmas Sat Sabhara Polres Pekalongan melakukan pengecekan tempat usaha galian batuan milik pelaku, dan ditemukan bahwa usaha galian batuan milik pelaku tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang.

“Dugaan Tindak pidana Usaha pertambangan tanpa izin, sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Undang-undang No 4 Tahun 2009, saat ini tersangka dan barang bukti berupa lima unit excavator dan 13 dump truk yang digunakan untuk mengangkut hasil tambang kami sita di Polres Pekalongan,” ungkap AKP Akrom.

Sementara itu, Taryono, 34, Perangkat Desa Sengare, mengatakan bahwa kegiatan penambangan pasir dan batu yang dilakukan oleh Drajat tidak pernah berkoordinasi dengan pihak desa, meski matrial yang dilakukan adalah sebagian besar milik lahan warga.

Menurutnya dengan adanya Galian C ilegal tersebut, bukan hanya luasan sungai Sengare semakin besar, yang menyebabkan terjadinya banjir. Namun juga mengakibatkan terjadinya kekeringan, karena air sungai tak lagi mengalir ke sawah yang ada di sekitar sungai.

“Lokas Galiannya itu selalu dijaga oleh orang-orang yang tidak dikenal, bahkan warga tidak boleh mendekat lokasi galian. Maka kami sangat bersyukur kalau galian tersebut ditutup Polisi,” kata Taryono. (thd/bas)





Tinggalkan Balasan