alexametrics

Lanjutkan Revitalisasi, Pusat Gelontor Rp 3,6 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID KAJEN – Pasar Sragi dalam setahun terakhir mulai ditinggalkan pedagang. Para pedagang justru pindah ke Pasar Kalijambe Sragi. Alasannya, kondisi Pasar Sragi kumuh, becek dan penataan lapak maupun kios semrawut.

Melihat kondisi Pasar Sragi yang demikian, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kamis (9/1) kemarin, meninjau langsung kondisi pasar dan mendengarkan keluh kesah para pedagang. Pemkab sendiri akan terus berupaya mengembalikan aktivitas pedagang di Pasar Sragi. Menjadikan Pasar Sragi sebagai pendongkrak ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan dengan merevitalisasi pasar tersebut. Pemkab telah mendapat support anggaran dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2019 Pemkab Pekalongan mendapatkan dana dari pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Sragi Rp 1,3 miliar, kemudian tahun 2020 akan mendapatkan lagi Rp 3,6 miliar. Hal ini kita lakukan untuk memperbaiki kondisi Pasar Sragi untuk menjadi lebih baik,” ungkap Bupati Asip.

Baca juga:  Siapakan Rp 3,4 M untuk Revitalisasi Pasar Langgar dan Jangli

Bupati mengatakan, sepinya Pasar Sragi karena penataannya masih semrawut. Sehingga pedagang lebih memilih jualan di depan, tidak mau masuk ke dalam pasar dengan alasan sepi pembeli. “Pasar Sragi akan diproyeksikan menjadi pasar yang bersih, rapi dan indah di Kabupaten Pekalongan. Saya yakin akan terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan Hurip Riyantini mengatakan, sebanyak 43 kios baru Pasar Sragi hasil revitalisasi 2019 sudah diresmikan. Sedangkan lokasi yang belum dibangun akan diselesaikan tahun ini. Sementara itu pedagang yang belum mendapatkan tempat harus berjualan dipasar darurat hingga pembangunan selesai. “Kita akan terus benahi, agar Pasar Sragi kembali ramai oleh pedagang dan pembeli seperti sediakala,” harap Riyantini. (thd/zal)

Baca juga:  Dua Ruas Jalan Tengeng Wetan Kini Mulus

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya