Pemda Hibahkan Tanah Pemakanan

426
HIBAH: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sertifikat tanah hibahpemakaman kepada Pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo, Alfius Sokidi, di Dukuh Purbo kemarin. (ISTIMEWA)
HIBAH: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sertifikat tanah hibahpemakaman kepada Pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo, Alfius Sokidi, di Dukuh Purbo kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Untuk mempererat toleransi antar umat beraga di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, memberihan hibah tanah seluas 6.000 meter yang akan digunakan untuk pemakaman umat Nasrani, di Gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo yang berada di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun.

Pemakaman umat nasrani di Dukuh Purbo, Desa Jolotiga, Kecamatan Talun selama ini tidak ada persoalan. Namun untuk mengantisipasi adanya gesekan Pemda Pekalongan memberikan hibah tanah, yang dapat digunakan untuk pemakaman seluruh umat nasrani di Kabupaten Pekalongan.

Bupati Asip Kamis (26/12) kemarin, mengatakan bahwa selama ini toleransi antar umat beragama di Kabupaten Pekalongan terjalin sangat baik, hal itu seperti yang ada di Dukuh Purbo, Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, yang terdapat umat beragama nasrani berdampingan dengan umat muslim.

Menurutnya berdampingan dan toleransi yang baik, antara umat beragama nasrani berdampingan dengan umat muslim suidah sejak tahun 1942. Sehingga toleransi di Dukuh Purbo ini, dapat dijadikan sebagai contoh yang baik dalam bertoleransi umat beragama.

“Gedung GKJ Purbo yang berada di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun ini, mungkin gedung gereja yang paling mewah dan toleran di antar umat beragamanya baik dan bisa untuk contoh lainnya, maka melalui GKJ ini kami hibahkan tanah untuk pemakaman umat kristani,” ungkap Bupati Asip.
Sementara itu, Pendeta GKJ Purbo, Alfius Sokidi menjelaskan GKJ Purbo sudah dimanfaatkan ibadah sejak tahun 1942. Kemudian, beberapa kali dilakukan renovasi dan tahun 2019 kembali dilakukan. Sehingga dalam hisup antar umat beragama dengan kaum muslin tidak menjadi persoalan, karena sudah puluhan tahun berdampingan.

Menurutnya dengan adanya pemberian tahan hibah dari Pemda, yang peruntukannya untuk tanah pemakaman kaum Nasrani, pihaknya sangat terbantu meski selama ini tidak ada persoalan dengan warga desa setempat.

“Selama ini jika ada orang muslim yang meninggal kita juga membantu ikut menggalikan kuburnya. Namun dengan adanya hibah tanah pemakaman, kami sangat senang dan sangat terbantu sekali,” kata Alfius Sokidi. (thd/bas)