Tuntaskan Raperda Disabilitas

147
BUTUH PERHATIAN: Wakil Bupati Pekalongan, Arini Hraimurti, bersama penyandang disabilitas memperingati Hari Disabilitas Internasioanal 2019, kemarin. (ISTIMEWA)
BUTUH PERHATIAN: Wakil Bupati Pekalongan, Arini Hraimurti, bersama penyandang disabilitas memperingati Hari Disabilitas Internasioanal 2019, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia atau DPC PPDI Kabupaten Pekalongan, bersama Pemkab Pekalongan menggelar acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Gedung Pemuda Kabupaten Pekalongan, Rabu (18/12) kemarin. Dengan wajah suka cita, sebagian besar para penyandang disabilitas terlihat ceria.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan setiap Hari Disabilitas Internasional sebenarnya diperingati pada tanggal 3 Desember tiap tahunnya. Namun karena banyaknya kegiatan di Pemda, peringatan tersebut ditunda beberapa hari.

Menurutnya melalui peringatan ini, pihaknya berharap untuk bersama-sama memberikan hak-hak disabilitas. Siti Masruroh juga mengatakan Pemkab Pekalongan melalui Dinas Sosial, setiap tahunnya bukan hanya selalu mengadakan kegiatan dan memberikan bantuan untuk penyandang disabilitas seperti alat bantu dengar untuk tuna rungu, ada bantuan kaki palsu dan sebagainya.

Namun juga memberikan hak-hak disabilitas, untuk terus tumbuh berkembang dan ikut berpartisipasi di dalam masyarakat dengan tidak ada perbedaan,dan saat ini di DPRD juga sedang dibahas Raperda Penyandang disabilitas yang kebetulan itu juga inisiasi dari DPRD.

“Jadi tiap tahun melalui dinas sosial tiap peringatan hari disabilitas internasional, Pemkab Pekalongan selalu memberikan bantuan alat bantu,seperti alat bantu dengar untuk tuna rungu, ada bantuan kaki palsu dan sebagainya,serta kita memberi bantuan untuk ekonomi produktif,” kata Siti.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan, Arini Hraimurti, menjelaskan tema Peringatan Hari Disabilitas Internasioanal 2019 adalah Indonesia Inklusi Indonesia Unggul, hal ini menunjukan bahwa Pemerintah tidak membedakan antara yang disabilitas atau tidak.

Menurutnya saat ini sudah bentuk Raperda Disabilitas, ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan peduli dengan penyandang disabilitas.”Termasuk didalamnya penyediaan sarana fasilitas pendukung seperti pembangunan, jadi didalam pembangunan ada akses untuk disabilitas, ini perlu dukungan dan kesadaran bersama bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak dan semangat yang sama seperti kita,” jelas Wakil Bupati. (thd/bas)