alexametrics

Ribuan Pendukung Ramaikan Pelantikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Sebanyak 206 Kepala Desa terpilih periode 2019-2025 dan 1 Kades pergantian antar waktu dilantik Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, untuk diambil sumpah janjinya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan Rabu (18/12) kemarin.

Meski pelantikian dilakukan pada pukul 10.00, namun ribuan warga pendukung dari ratusan desa, sudah datang sejak jam 07.00 pagi, akibatnya sejumlah jalan mulai dari Pasar Kajen, Karanganyar dan Bojong macet total, karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan prosesi pelantikan Kades tersebut.
Ribuan warga desa tersebut tidak dapat masuk pendopo, mereka tertahan di lapangan parkir Jalan Mandurorejo Kajen, karena hanya keluarga dari Kades terpilih yang bisa berada di area Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.

Baca juga:  Divaksin Dapat Doorprize

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun, menyesalkan prosesi pelantikan Kades terpilih dilakukan sangat sederhana, tanpa mengindahkan ribuan warga desa yang datang sejak pagi, namun tidak dapat menyaksikan prosesi pelantikan.

“Para Kades yang dilantik ini adalah warga terpilih, harusnya jika pendukungnya tidak bisa masuk ke Pendopo, ada televisi besar yang bisa disaksikan oleh mereka yang datang sejak subuh, dari banyak tempat, ini mitris sekali,” ungkap Hindun.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan meskipun sebagian besar Kades terpilih memiliki utang yang sangat banyak. Namun Bupati menekankan agar ratusan kades periode 2019-2025 tidak macam-macam, dan tidak melakukan kecurangan atau hal-hal yang melanggar hukum, khususnya terhadap uang negara yang ada di desa.

Baca juga:  Kades Harus Fokus di Kemiskinan

Menurutnya tahun 2020 nanti, hampir setiap desa mengelola uang negara sebesar Rp 1,6 miliar, mulai dari uang dana desa, uang alokasi dana desa dan uang bantuan lainnya, baik dari APBD maupun APBD Jateng dan Pusat.

“Tadi waktu saya memberi SK, saya tepuk-tepuk maksudnya paham tidak? artinya ‘angan macem-macem, Niat kerja yang baik untuk mbangun desa. Sudah itu saja. Semua boleh dilakukan tapi jangan yang melanggar aturan,” ungkap Bupati.

“Kepala Desa menjadi Manager pembangunan di desa, maju atau tidaknya desa tergantung panjenengan. Ada beban berat, amanat berat yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun Allah SWT,j adi jangan main-main. Untuk tahun 2020 ini alokasikan dana desa untuk pemberdayaan, dan perkuat Bumdes,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)

Baca juga:  Truk Tabrak Truk, Kernet Tewas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya