alexametrics

Masih Ada 211 Penderita HIV/AIDS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Sejak 2015 hingga September 2019, tercatat ada 394 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan. Sementara 183 penderita diantaranya meninggal. Masih 211 kasus yang perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Arini Harimurti saat membuka seminar dan talkshow HIV/AIDS di aula Setda Kabupaten Pekalongan Selasa (3/12). Dengan mengambil tema “Bersama Masyarakat Meraih Sukses 3 Zero HIV/AIDS Tahun 2030”.

Arini juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus pada kaum perempuan. Hal ini karena adanya relasi seksual antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, kasus HIV/AIDS terbanyak justru pada usia produktif. Usia 15 sampai 34 tahun. Sehingga produktivitas dan kualitas sumber daya manusia akan terancam. Kemudian dengan jenis pekerjaan menunjukka, bahwa ibu rumah tangga berada pada posisi pertama. Disusul oleh wiraswasta.

Baca juga:  Pasien Tidak Dipinjami Ambulan karena SOP

“Sebagaimana kita ketahui bahwa HIV/AIDS ini kaitannya sangat erat dengan seksual. Walaupun penyebab lain misalnya transfusi dengan jarumnya yang tidak diganti dan sebagainya. Namun jika dilihat usia produkstif mendominasi, dan status pekerjaan ibu rumah tangga dan wirausaha, menunjukkan bahwa epidemic HIV/AIDS mulai memasuki kepada masyarakat. Dan tentu saja akan berdampak pada penularan HIV/AIDS dari ibu dan anak,” kata Wakil Bupati Arini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Wawan Dwiantoro menjelaskan bahwa masalah HIV/AIDS maupun narkoba tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Harus ada peran masyarakat. Tanpa peran dari masyarakat tidak akan bisa ditangggulangi masalah HIV/AIDS.

“Tujuan seminar dan talksow ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan penanggulangan HIV/AIDS. Untuk mewujudkan 3 Zero pada tahun 2030. Yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS Related Death dan Zero Discrimination Nol Infeksi Baru, Nol Terkait AIDS, dan Nol Diskriminasi,” jelas Wawan Dwiantoro. (thd/zal)

Baca juga:  Aktivis Genre Bagi Pita Merah Tandai Hari AIDS Sedunia

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya