Patroli Masif Cegah Politik Uang

290
RAKOR : Bawaslu Kabupaten Pekalongan melakukan rapat koordinasi dengan mitra Bawaslu terkait pilkada 2020 mendatang. (Taufik hidayat Jawa Pos Radar Semarang)
RAKOR : Bawaslu Kabupaten Pekalongan melakukan rapat koordinasi dengan mitra Bawaslu terkait pilkada 2020 mendatang. (Taufik hidayat Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Bawaslu Kabupaten Pekalongan dalam pemilihan bupati 2020, akan membuat gebrakan baru. Yakni melakukan patroli secara masif dan terstruktur, agar selama pelaksanaan pemilihan bupati tidak terjadi money politic (politik uang).

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi Minggu (1/12) di  Kantor Bawaslu Kabupaten Pekalongan. Menurut dia, dengan semua mitra kerjanya, akan melakukan patroli pengawasan untuk mencegah money politic. Dan jika ditemukan akan ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Untuk money politic kita sudah mengajak ke kantong organisasi, ke pemilih pemula untuk mengawasi bersama. Kita akan mengadakan patroli pengawasan di masa kampanye, masa tenang dan masa pungut serta hitung. Harapannya ketika akan melakukan money politic kemudian lihat pengawasnya terus nggak jadi. Itu langkah antisipasi kita,”ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi.

Untuk itu pihaknya mengundang semua mitra Bawaslu untuk menyamakan persepsi sesuai peraturan perundangan. Sehingga ke depan bisa menjalankan tugas sesuai tupoksinya.

“Terkait pemilu kemarin banyak pelanggaran. Paling banyak administratif. Pelanggaran alat peraga kampanye sendiri ada 1.400-an. Bawaslu juga mengeluarkan rekomendasi sekitar 100-an lebih terkait DPT dan kampanye,” ungkap Fahmi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, menjelaskan pihaknya meyakini ASN di tubuh jajaran pemerintah daerah, bisa menjaga netralitas saat pelaksanaan Pilkada 2020.

Menurutnya survei tertinggi penyebab pelanggaran netralitas ASN antara lain karena motif mempertahankan jabatannya. Pemerintah Kabupaten Pekalongan melarang keberpihakan kepada salah satu calon,

“Saya yakin semua ASN di Kabupaten Pekalongan bisa menjaga netralisnya dan semoga pilkada berjalan dengan aman dan damai,” harap Totok. (thd/lis)