Kembangkan Guru Ideal

220
SEMANGAT - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama peserta pelatihan Bhakti pada Guru di Pendopo Bupati Kajen kemarin (4/11). (Taufik Hidayat/ Jawa Pos Radar Semarang)
SEMANGAT - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama peserta pelatihan Bhakti pada Guru di Pendopo Bupati Kajen kemarin (4/11). (Taufik Hidayat/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Chaeron Pokphan Foundation Indonesia, Senin (4/11)  menyelenggarakan ‘Bakti pada Guru’ yang diikuti oleh ratusan guru SD hingga SMP di pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.

Program corporate social responsibility (CSR) ini, Chaeron Pokphan menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Para guru diajak mengembangkan diri secara IDEAL yaitu Inspiratif, Dedikatif, Empatik, berAkhlak Mulia dan berbudi Luhur.

Dekan Fakultas Psikologi Undip Dian Ratna Sawitri mengungkapkan, diprediksi   tahun 2030 Indonesia  masuk 5 besar ekonomi terbesar di dunia. Lantaran memiliki bonus demografi . Yakni penduduk usia produktif lebih banyak dari pada penduduk usia tidak produktif.

“Pada saat itu jumlah kelompok usia produktif umur 15-64 tahun  jauh melebihi kelompok usia tidak produktif. Yakni anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 ke atas, “ungkap Dian.

Dian mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi guru. Karena setelah bonus demografi, generasi penerus yang jumlahnya sedikit harus dipersiapkan sebaik mungkin. “Jadi anak-anak ini perlu didik dengan ideal, peran ibu bapak guru untuk mendidik ini berkontribusi  untuk menyiapkan generasi  produktif setelah bonus demografi. Setelah tahun 2030 Indonesia akan menjadi bangsa yang menua,” kata Dian.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pihaknya akan membentuk Satgas Zero DO untuk mencari anak-anak yang DO, agar kembali bersekolah atau mengikuti kejar paket. Adapun target IPM 71 dari sekarang 69 dan pada tahun 2021, Pemkab Pekalongan berharap tidak ada lagi yang tidak sekolah. (thd/lis)