alexametrics

Bupati Tutup Tujuh Usaha Cucian Jeans

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Pemkab Pekalongan akhirnya menutup tujuh usaha cucian jeans yang limbahnya dianggap mencemari lingkungan. Kebijakan tersebut buntut dari unjuk rasa ratusan warga Desa Pegaden, Kecamatan Wonopringgo, selama empat jam di kantor Bupati Pekalongan menuntut penutupan industri cucian tersebut.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dihadapan para warga yang melakukan unjuk rasa menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan mulai hari Jumat (11/10) akan memenuhi tuntutan warga untuk menutup usaha cucian jeans yang mencemari lingkungan warga desa tersebut.

Saat ini pemkab sudah menyiapkan pusat Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), yang siap menampung semua limbah cucian jeans.

“Saya berjanji mulai hari Jumat ini (kemarin), semua usaha cucian jeans yang tidak berizin dan berizin, namun masih membuang limbahnya ke sungai di Desa Pegaden harus ditutup. Jika usaha cucian jeans tersebut masih beroperasional, silahkan warga langsung datang ke rumah bupati untuk mengadukan aspirasinya,” tegas Asip.

Baca juga:  Lia Afidah, Pedagang Papeda Keliling Berkostum Kuntilanak yang Gegerkan Warga Kabupaten Pekalongan

Bupati juga mengatakan bahwa ada 120 usaha cucian jeans yang ada di Kabupaten Pekalongan, dengan jumlah karyawan sebanyak empat puluh ribu. Asip mendesak pihak pengelola usaha tersebut segera membuat IPAL sederhana, agar tidak mencemari lingkungan, yang nantinya akan merugikan warga secara umum.

Menurutnya pemilik usaha cucian jeans sudah saatnya membuang limbahnya pada pusat IPAL yang ada di Desa Simbang Kulon, bukan lagi ke sungai seperti yang selama ini dilakukan.

“Sudah bukan lagi zamannya usaha lancar sungai tercemar, tapi sungai bersih usaha maju, mari kita jaga bersama lingkungan ini,” kata bupati.

Sementara itu, koordinator aksi Ahmad Rodi akan mengawal dan menindaklanjuti janji Bupati Asip, yakni untuk menutup usaha cucian jeans yang tidak berizin, maupun yang berizin namun masih membuang limbahnya ke sungai.

Baca juga:  Truk Terguling, Jalur Paninggaran Kalibening Macet Total

Menurutnya sudah lebih 20 tahun  usaha cucian jeans di Desa Pegaden Tengah, membuang limbah cairnya ke sungai, hingga sungai tercemar menimbulkan bau yang menyengat.

“Jika bupati tidak menepati janjinya, maka akan kita demo lagi, sampai usaha cucian jeans yang membuang limbahnya ke sungai benar benar ditutup,” tandas Rodi. (thd/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya