Spesialis Pembobol Minimarket Dilumpuhkan

273
DILUMPUHKAN: Kedua pelaku pembobol supermarket Haryanto dan Sawal saat diperiksa di Mapolres Pekalongan. (ISTIMEWA)
DILUMPUHKAN: Kedua pelaku pembobol supermarket Haryanto dan Sawal saat diperiksa di Mapolres Pekalongan. (ISTIMEWA)

RADARSEMARNG.ID, KAJEN – Dua tersangka pelaku pencurian belasan minimarket di wilayah Kabupaten Pekalongan berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Pekalongan. Keduanya diringkus saat akan beraksi di sebuah minimarket di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Bahkan kedua tersangka sempat melawan petugas Sat Reskrim Polres Pekalongan, saat berada di Desa Gandarum, dengan menggunakan senjata tajam, hingga akhirnya kedua kaki pelaku ditembak dan dibawa ke Mapolres Pekalongan.

Adapun kedua pelaku adalah Haryanto, 42 warga Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara dan Sawal, 44 warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yuwono di Mapolres Pekalongan mengungkapkan bahwa sejak bulan April hingga bulan Agustus, kedua pelaku sudah melakukan melakukan pencurian pada 14 supermarket yang ada di Kabupaten Pekalongan, dan terakhir pada bulan September satu toko elektronik dan meubel di Kajen.

“Dari hasil pemeriksaan, mereka telah melakukan empat belas kali melakukan kejahatan di toko modern di wilayah hukum Pekalongan, keduanya juga sempat beraksi di sebuah toko mebel di Kajen Pekalongan pada bulan lalu. Polisi kemudian mengintai dua pelaku, yakni Haryanto alias Turah dan Sawal yang merupakan warga Banjarnegara, dan mereka adalah residivis,” ujar Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yuwono.

Bahkan para dari 14 supermarket yang dijadikan sasaran, hampir semuanya berlokasi di tepi jalan raya, dan belakangnya adalah kebun atau sawah. Sehingga mereka bisa dengan leluasa membobol supermarket dari belakang, setiap aksi mereka menggunakan helm dan penutup kepala.

“Modusnya kebanyakan mereka membobol dari belakang bangunan toko modern, dengan menggunakan golok, linggis dan arit, serta penuitup kepala. Setelah leluasa masuk toko, para pelaku ini menjarah barang-barang yang dinilai akan mudah dijual misalnya rokok. Uang hasil kejahatannya digunakan untuk membeli motor dan peralatan sound system, yang akan digunakan pelaku untuk membuka bisnis karaoke,” kata Aris.

Sementara itu, salah seorang pelaku, Haryanto. mengaku hanya beraksi bersama seorang temannya yang bernama Sawal, dan sudah menjadi mitra kerja selama lima tahun lebih, termasuk pernah di penjara dengan kejahatan yang sama, yakni mencuri.“Kita hanya dua orang melakukannya. Biasanya kita bobol dan ambil barang-barang yang mudah dijual seperti rokok, kalau ada uang ya uang,” jelas Haryanto. (thd/bas)