alexametrics

Ditolak Rawat Inap, Pasien Meninggal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Nasib malang menimpa seorang pasien  bernama Badriyah (57) warga Dukuh Sontel  Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, yang meninggal setelah ditolak oleh pihak RSUD Kajen.

Titik, 27, putri Badriyah, menjelaskan bahwa dirinya tidak tega melihat ibunya yang kesakitan menahan perutnya, maka pada hari Jumat jam 13.00 ditangani oleh pihak rumah sakit, dan hanya diberi obat.

Menurutnya karena ibunya masih merasa sakit, dan minta untuk dirawat inap, oleh pihak rumah sakit ditolak untuk rawat inap dengan alasan kondisi pasien masih baik-baik saja.“Pihak rumah sakit menolak pasien untuk rawat inap, padahal kondisinya masih mengerang kesakitan, dan kami disuruh bayar meski sudah menunjukan kartu BPJS,” jelas Titik.

Baca juga:  Suami Korban Laka Tol Cipali, Anto: Pak Aku Kecelakaan…..

Titik juga mengatakan karena kondisi ibunya semakin memburuk, maka hari Jumat malamnya kembali dbawa ke RSUD Kajen. Namun tidak tertolong dan meninggal saat berada di ruang IGD RSUD Kajen. “Kami kecewanya karena pihak RSUD Kajen menolak untuk rawat inap, meski kondisi orang tua kami kesakitan hingga akhirnya meninggal dunia,” ucap Titik.

Menanggapi hal tersebut, RSUD Kajen Selasa (8/10) kemarin, melakukan klarifikasi kepada pihak keluarga almarhum Badiriyah,57 yang meninggal karena sebelumnya ditolak untuk rawat inap di RSUD Kajen.

Direktur RSUD Kajen, Amrozi Taufik, mengungkapkan bahwa pasien atas nama Badriah, pada hari Jumat 4 Oktober pukul 13.00 datang ke RSUD Kajen, dengan keluhan nyeri seluruh badan dan nyeri perut, dan diterima oleh dokter jada di ruang IGD RSUD Kajen.

Baca juga:  Kembang Desa Permudah Layanan Hukum

Setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan oleh dokter, tidak ditemukan sejumlah penyakit yang mengkhawatirkan, seluruh organ tubuh vital menunjukan tanda masih normal, dan kadar gula juga normal.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan kesadaran pasien ini masih normal, tensi 128 mmHg, suhunya 37 derajat celcius. Dari pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan ulu hati, dan untuk gula darah sewaktu  112 mg/dl karena memang pasien memiliki riwayat penyakit gula darah,” ungkap Amrozi.

Amrozi mengatakan karena pasien tidak ada indikasi untuk rawat inap, akhirnya pasien diberi obat untuk dibawa pulang yaitu multivitamin, obat penurun asam lambung dan obat pelindung lambung. Karena pasien bukan termasuk kondisi gawat darurat, maka tetap membayar obat meskipun memiliki BPJS, hal itu sesuai sesuai dengan Peraturan Presiden  nomor 12 tahun 2013.“Ternyata pasien tersebut, besok harinya yakni hari Sabtu 5 Oktober, dibawa lagi ke RSUD Kajen sekira pukul 01.00 dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya. (thd/bas)

Baca juga:  Panwaslu Desa Reaktif Diganti Panwascam

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya