Kelola Sampah dengan Aplikasi Yowaste

323
APLIKASI BARU - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melaunching pengelolaan sampah berbasis aplikasi Yowaste di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.(Taufik hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
APLIKASI BARU - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melaunching pengelolaan sampah berbasis aplikasi Yowaste di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.(Taufik hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Untuk menyulap sampah yang mencapai 700 ton per hari agar bernilai ekonomis dan meningkatkan pendapatan, Pemkab Pekalongan mempunyai langkah transformatif dalam pengolahan sampah. Yakni dari berbasis offline menjadi online.

Hal itu ditandai dengan dilaunchingnya pengelolaan sampah berbasis aplikasi Yowaste di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Sabtu (5/10) kemarin.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan pengolahan sampah di Kabupaten Pekalongan, awalnya masih berbasis offline dan sekarang akan mulai diberlakukan dengan menggunakan aplikasi online.

Menurutnya saat ini baru diterapkan pada semua kecamatan, namun akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing desa.

“Sudah sejak 10 hingga 15 tahun lalu, pengolahan sampah dilakukan dengan cara offline, sekarang kita transformasikan menjadi berbasis online,” ungkap Bupati Asip.
Dia juga mengatakam bahwa aplikasi Yowaste, berbasis aplikasi android yang akan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Teknisnya warga mengumpulkan sampah, lalu mengklik aplikasi Yowaste, kemudian petugas akan datang untuk menimbang sampah, dan akan ditransfer berdasarkan nilai sampah tersebut.
Menurutnya untuk tahap pertama sampah yang akan dikelola, yakni sampah plastik dan kardus, yang mempunyai nilai ekonomis dan sudah ada pembeli dari sampah tersebut.

“Ada kriteria sampah yang bisa dikelola di aplikasi Yowaste, sampah kita setiap hari sejumlah 700 ton, dengan 30 persennya adalah sampah plastik dan sampah ini akan kita kelola dengan baik,” kata Asip.

Sementara Kabid Cipta Karya Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan Murdiarso menjelaskan Pemkab Pekalongan sudah mempunyai road map, atau peta jalan untuk mendukung aksi Indonesia bebas sampah pada tahun 2025. Sehingga pemda mampu menjalankan amanat nasional, berkaitan Indonesia bebas sampah, khususnya sampah plastik.

Menurutnya pemda mempunyai komitmen untuk mengurangi sampah hingga 70 persen, yang sudah diwujudkan dengan pembuatan perda pada tahun 2018, dan perbup pengendalian sampah plastik dan stereofoam pada tahun 2019. (thd/lis)