alexametrics

Angin Kencang, Dua Rumah Roboh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Sejumlah rumah di Perumahan Puri dan Pisma Kedungwuni, porak poranda setelah dilanda angin kencang Kamis (12/9) kemarin. Dua rumah mengalami kerusakan parah. Bahkan atap dan tembok rumah roboh. Rumah tersebut milik Siswanto, 40, dan Khikmah, 52, keduanya warga Desa Ambokembang RT 21 RW 10, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Ketika ada angin kencang menerpa ruang belakang rumah Siswanto, genteng beterbangan. Bahkan merobohkan tembok rumah. Karena rumah milik Khikmah bersebelahan, maka rumah milik Khikmah ikut roboh akibat angin kencang. Beruntung kedua keluarga tidak tertimpa reruntuhan, karena masih berada di luar rumah.

Siswanto mengungkapkan bahwa kejadian bermula pada pukul 12.30 WIB, saat itu ia mendengar suara gemuruh yang cukup besar dari belakang rumahnya, ternyata temboknya roboh.

Baca juga:  Puting Beliung “Ngamuk” di Sayung, Maskurin Tewas Tertimpa Asbes

Karena rumahnya berhimpitan dengan tembok sebelah milik Khikmah, maka rumah tetangganya itu ikut roboh, mulai dari bawah bangunan hingga atap rumah kedua rumah tersebut.

“Saat itu, saya baru masuk rumah dan duduk di ruangan tengah. Tiba-tiba terdengar suara yang begitu besar di samping rumah, tanpa banyak pikir saya langsung lari keluar rumah dan ternyata saat saya lari, tembok rumah saya ambruk,” ungkap Siswanto.

Siswanto juga mengatakan bahwa saat kejadian hanya istrinya yang ada di dalam rumah, namun di ruang kamar tidur depan, sehingga tidak mengalami luka yang terlalu parah, hanya luka pada pelipis di kepala.

“Alhamdulillah, semuanya selamat. Istri lari keluar lewat pintu dapur, ibu saya sudah lari duluan dan saya terakhir. Saya hanya luka ringan di pelipis mata, kaki, dan tangan karena terkena sedikit runtuhan bangunan,” kata Siswanto.

Baca juga:  Longsor, Satu Rumah Roboh

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, Aiptu Akrom menjelaskan bahwa anggota Polsek Kedungwuni langsung datang ke lokasi untuk membantu membersihkan tempat kejadian dan memberikan bantuan pengobatan dan pertolongan pertama.

“Karena kerusakan rumah 90 Persen. Pihak BPBD Kabupaten Pekalongan sudah datang ke rumah korban dan memberi  bantuan sembako, air minum dan perlengkapan. Kerugian diperkirakan rumah Siswanto sekitar Rp 25 juta dan untuk rumah Khikmah kerugian ditaksir mencapai Rp 50 Juta,” jelas Akrom. (thd/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya