alexametrics

 Minim Promosi, Pasar Rindu Semilir Sepi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Pasar jajanan Rindu Semilir di Hutan Kota Kajen, yang dibuka setiap hari Minggu mulai pukul 06.30 hingga pukul 10.30 WIB, terancam bubar karena sepinya pengunjung. Banyak pedagang UMKM mengalami kerugian. Padahal pasar jajanan rakyat ini baru tiga bulan lalu diresmikan Bupati Pekalonga Asip Kholbihi.

Dari 18 stan yang ada, hanya 12 yang digunakan untuk berdagang, selebihnya kosong karena pedagang terus merugi. Kerugian pedagang diperparah dengan adanya potongan 15 persen, yang dikenakan oleh pihak penyelenggara Pasar Jajan Rindu Semilir.

Indah,34, pedagang bongko roti, warga Kecamatan Wonopringgo mengungkapkan bahwa sepinya Pasar Jajan Rindu Semilir sudah dirasakan pedagang sejak sebulan lalu, yakni sejak tidak adanya hiburan atau musik di lokasi.

Baca juga:  Baru Tiga Bulan Sudah Ada 145 Pemohon Nikah Muda

Menurutnya, pihak penyelenggara yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pekalongan kurang berpromosi sehingga Pasar Jajan Rindu Semilir juga sering buka tutup.

“Jualannya sepi, modal tujuh ratus ribu, dapatnya uang hanya dua ratus ribuan, dagangan masih banyak tapi sudah tidak ada pengunjung lagi, kalau seperti ini terus pasar bisa bubar ditinggal pedagang” ungkap Indah.

Pengelola Pasar Jajan Rindu Semilir, Irma, 34, mengatakan bahwa sepinya pengunjung karena banyak masyarakat yang belum tahu, kalau pasar jajan Pasar Jajan Rindu Semilir di Hutan Kota Kajen dibuka, karena sudah dua pekan lebih libur.

Sedangkan adanya potongan 15 persen digunakan untuk pihak panitia, yakni untuk kebersihan dan keamanan, serta untuk membayar beberapa petugas yang ikut terlibat di Pasar Jajan Rindu Semilir.

Baca juga:  CSI Berbagi Ilmu Digital Marketing di UMPP

“Memang banyak yang mengeluh pedagang sepi, namanya jualan tidak selalu rame. Namun demikian kita sebagai pengelola tetap akan mempertahankan, agar Pasar Rindu Semilir ini tidak bubar,” kata Irma yang juga pengurus PKK Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap Pasar Jajan Rindu Semilir, karena memiliki kekhasan tersendiri, yakni hutannya masih asri dan udaranya sangat segar serta makanan yang dijual di tempat itu berupa jajanan tempo dulu.

“Ini untuk nguri-nguri jajanan tempo dulu yang dibuat oleh embah-embah kita semua. Makanan ini terbuat dari bahan-bahan makanan yang sangat lokal, mari kita datang ke Pasar Jajan Rindu Semilir di Hutan Kota Kajen, dan ramaikan kembali pasar tersebut,” tegas Bupati Asip. (thd/zal)

Baca juga:  Pamit ke Sawah, Darmun Tak Pulang-Pulang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya