alexametrics

Dua Hektare Hutan Pinus Terbakar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Hutan pinus seluas dua hektare di petak 29 RPH Dea Gumelem BKPH Desa Doro, terbakar pada Selasa (21/8). Kebakaran baru diketahui, ketika salah seorang petani warga Desa Gumelem melihat kepulan asap disertai api yang membesar. Tebalnya asap hingga mengganggu jarak pandang jalan desa menuju hutan pinus. Kepulan asap juga menganggu pemukiman warga di Desa Gumelem.

Perangkat Desa Gumelem, Wagiyo, 52, mengungkapkan bahwa kepulan asap dari hutan pinus baru diketahui warga siang hari sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi api sudah membesar dan hampir merambat ke permukiman desa yang berjarak 1 kilometer.

Menurutnya, karena kondisi kebakaran tidak mungkin dijangkau oleh mobil armada pemadam kebakaran, maka seluruh warga Desa Gumelem turut membantu memadamkan api, dengan air dan tanah atau pasir di sekitar hutan pinus.

Baca juga:  Pasar Wiradesa Masih Butuh Sentuhan

“Yang jelas kita langsung lapor ke polsek dan koramil Kecamatan Petungkriyono,” ungkap Wagiyo.

Humas Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Khaerudin menjelaskan, hingga kini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara akibat kelalaian warga, saat melintas membuang puntung rokok sembarangan di lokasi tersebut, sehingga membakar semak belukar yang berada di pinggir jalan.

Menurutnya karena panasnya udara dan kencangnya tiupan angin, membuat pepohonan pinus mudah terbakar, api pun cepat menjalar di dalam hutan pinus tersebut.

“Api dengan cepat merambat ke pohon akibat tiupan angin, hingga membakar sekitar dua hektare. Diperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah,” jelas Khaerudin.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom mengatakan, adanya laporan warga hutan pinus terbakar, personel Polsek Petungkriono dibantu dengan anggota koramil, petugas perhutani dan masyarakat Desa Gumelem melakukan upaya pemadaman di lokasi. Api baru bisa dipadamkan setelah petugas dan warga melakukan pemadaman lebih dari tiga jam.

Baca juga:  Telaga Sigebyar masih Ditutup untuk Umum

Menurutnya, agar tidak terulangnya kembali kejadian yang serupa, Polres Pekalongan mengimbau agar masyarakat tidak membakar hutan guna untuk membuka lahan, ataupun tidak membuang sisa puntung rokok di sembarang tempat.

“Apabila membakar sampah, setelah dibakar untuk ditunggui dan jangan langsung pergi meninggalkan lokasi,” kata Akrom. (thd/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya