alexametrics

Slamet Senang Bisa Belajar Marketing Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – PEKALONGAN – Slamet Maksum warga Bojong, yang merupakan pria dengan disabilitas sangat senang ikut dalam pelatihan dan sarasehan “Batik Tiada Batas”, di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pekalongan”, Minggu (18/8/2019).

“Saya belum pernah tahu masalah dunia marketing, semoga dari pengalaman ini biaa mengembangkan usaha,” tutur buruh konveksi yang sehari hari menggunakan kursi roda ini.

Bahkan dia berencana membuat produk sendiri dari keahlian nya di bidang jahit menjahit.
Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi yang menjadi keynote speaker pada cara tersebut juga berharap produk kerajinan UMKM, terutama batik mampu menguasai pasar dunia sehingga para perajin batik harus terus bisa meningkatkan kreativitasnya dan inovasi agar produknya diminati oleh konsumen.

Baca juga:  Respon Cepat Bupati Asip Kholbihi Tangani Banjir di Pekalongan

“Sekarang ini, banyak produk asal negara lain mendominasi di negara Indonesia. Oleh karena itu. kita juga harus bisa membalas agar produk batik bisa menguasai pasar mancanegara,” katanya usai acara,” serunya.

Namun, tetep perlu adanya proses dan kesiapan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Oleh karena, Pemkab Pekalongan terbantu dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Fortuna. Yang memberikan pelatihan pada pelaku milineal batik dalam memasarkan batik lintas batas, terutama dengan basis ‘online’ (during).

“Saya optimistis beberapa produk khas asal daerah ini bisa membanjiri pasar nasional maupun mancanegara dengan catatan produknya ditingkatkan, kualitas, kuantitas, maupun mutunya tetap dijaga,” terangnya.

Asip mengungkapkan, di Pekalongan kini ada sebanyak 53 industri UMKM dan sekitar 26 ribu pelaku bergerak pada sektor kerajinan batik dan konveksi yang harus ditata.

Baca juga:  PKB Tetap Asip Kholbihi

“Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah penyuplai kerajinan batik maupun konveksi terbesar di Indonesia. Oleh karena, kita perlu meningkatkan pemasaran hasil produknya agar harganya lebih kompetitif,” tandasnya.

CEO Fortuna Edhi Bawono, menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital, Batik bisa dikenal dan dijual ke manapun di dunia. Sekarang digitalisasi sudah masuk ke berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari pemesanan produk, transaksi pembayaran hingga produk sampai pelanggan, semua bisa dilakukan melalui smartphone. Karena itulah, penting bagi pelaku UMKM memaksimalkan perubahan ini, dengan cara go online. (han/sas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya