alexametrics

Pemkab Kawal Asuransi Korban Kapal Tenggelam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Pieces di Selat Makassar, Sulawesi Selatan dua hari lalu, menyisakan duka yang mendalam bagi korban. Dari puluhan korban tenggelam, 15 diantaranya warga Pekalongan. Hingga kini masih dilakukan pencarian korban oleh tim SAR Banjarmasin.

Adapun 6 korban yang ditemukan, 4 di antaranya meninggal dunia. Sementara, 2 korban lainnya merupakan anak buah kapal (ABK) yang selamat dari kebakaran kapal. Empat korban meninggal dunia masing-masing yakni, Sartani, 64, warga Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto. Kemudian, korban lainnya adalah Sunoto, beralamat di Desa Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Senin (05/08) kemarin melakukan takziah ke salah satu korban Kecelakaan KM Pieces di Desa Bebel Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kedatangan wakil bupati mewakili bupati dan jajaran Pemkab Pekalongan, untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

Baca juga:  Alihkan Fokus dari TPST ke BKS

Pihak keluarga korban menangis saat dikunjungi oleh Arini. “Kami ke sini dalam rangka takziah dan turut prihatin atas musibah ini, dan atas nama pemerintah kami Pemkab Pekalongan mengucapkan bela sungkawa” ungkapnya.

Arini mengatakan bahwa ke depan Pemkab Pekalongan akan hadir, kepada para nelayan yang akan pergi melaut, yakni dengan memastikan kondisi kapal layak untuk melaut dan kelengkapan keselamatan alat kerja, guna mengantisipasi jika ada kejadian kecelakaan kapal.

“Hadir dalam arti mengantisipasi apakah itu berkaitan dengan kelayakan kapal, atau perlu pelatihan bagaimana dalam menghadapi kondisi tertentu, ” kata Arini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Sirhan, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, tentang KM Pieces yang sebagian besar adalah warga Kabupaten Pekalongan.

Baca juga:  Balai Desa Pantianom Dibobol

Menurutnya KM Pieces telah didaftarkan pada pihak asuransi, serta mempunyai izin dan kartu nelayan pada pemiliknya. Sehingga akan mendapatkan jaminan santunan keselamatan dari pihak asuransi.

“Pemkab Pekalongan akan membantu hingga premi asuransi mereka bisa keluar, dan pihak keluarga korban akan menerima haknya dari pihak asuransi,” jelas Sirhan. (thd/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya