Kirim Sampel Tulang dan Kuku ke Labfor

Penemuan Mayat dalam Kardus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK — Identitas mayat dalam kardus yang ditemukan di selokan samping kantor UPTD Pengairan Mijen, Dukuh Bengkal, Desa Mijen, Kecamatan Mijen hingga kini belum terungkap.
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengungkapkan, pihaknya masih melacak identitas korban.

“Kita cari identitas korban,”katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang.

Meski agak kesulitan, berbagai langkah telah dilakukan Satreskrim Polres Demak. “Kita mengambil langkah mengirim sampel tulang dan kuku korban ke Labfor Polda Jateng,”ujarnya.

Dengan demikian, kata kapolres, bila ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga sesuai dengan ciri-ciri korban tersebut, maka langkah selanjutnya akan dilakukan tes DNA. Itu untuk memastikan bahwa korban masih memiliki hubungan keluarga.

Baca juga:  Main HP saat Berkendara, Siap-siap Ditilang

Menurut kapolres, untuk sementara jasad korban yang ditemukan dalam kardus belum dimakamkan.”Sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) yang berlaku, penemuan mayat setelah tiga hari tidak ada yang mengambil, maka untuk antisipasinya kita sudah mengambil sampel tulang clavikula dan kuku korban. Kita kirim ke Labfof Polda Jateng untuk kepentingan tes DNA nanti,”katanya.

Humas RSUD Sunan Kalijaga Kusmanto mengatakan, jasad korban saat ini masih disimpan di kamar jenazah rumah sakit. “Belum dimakamkan. Kita masih menunggu surat pemakaman dari Polres Demak. Biasanya kalau mayat tanpa identitas, kita kebumikan di pemakaman Perumahan RSS Kota Demak, belakang rumah sakit,”ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini yang telah dilakukan terkait dengan jasad korban yang diduga korban pembunuhan itu adalah visum. Yaitu, memeriksa keadaan jasad bagian luar. Sedangkan untuk otopsi atau operasi bedah tubuh dijalankan tim forensik Polda Jateng.

Baca juga:  Vaksinasi untuk Difabel

Berdasarkan pemeriksaan visum, kepala sudah berbentuk tengkorak, mata hilang, dan sudah ada belatungnya. Daging tangan dan kaki bagian ujung juga sudah hilang tinggal tulang. “Tidak bisa dikenali karena membusuk. Perkiraan kita sudah tujuh hari lebih meninggal,”katanya.

Tim visum RSUD juga menandai bahwa jasad korban di badannya masih pakai kalung emas tanpa liontin.

Seperti diketahui, seorang warga menemukan kardus berisi mayat perempuan yang sudah tidak utuh. Diduga, mayat itu korban pembunuhan lalu dibuang di tepi Jalan Raya Mijen-Pasir, Kecamatan Mijen, Demak. (hib/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya