alexametrics

Identitas Mayat dalam Kardus di Demak Belum Terungkap, Diduga Sudah Meninggal Lebih dari Sepekan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Identitas mayat dalam kardus yang ditemukan di selokan samping kantor UPTD Pengairan Mijen, Dukuh Bengkal, Desa Mijen, Kecamatan Mijen hingga kini belum terungkap. Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengungkapkan, pihaknya masih dalam proses mencari identitas korban.

“Kita cari identitas korban,”katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang. Meski agak kesulitan, namun berbagai langkah telah dilakukan Satreskrim Polres Demak.

“Kita mengambil langkah mengirim sampel tulang dan kuku korban ke labfor Polda Jateng,”katanya. Dengan demikian, kata kapolres, bila ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga sesuai dengan ciri-ciri korban tersebut, maka langkah selanjutnya akan dilakukan tes DNA. Itu untuk memastikan bahwa korban masih memiliki hubungan keluarga.

Baca juga:  PSIS Tak Ingin Biarkan Ciro Alves Selebrasi

Menurut kapolres, untuk sementara jasad korban yang ditemukan dalam kardus masih belum dimakamkan.”Sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) yang berlaku, penemuan mayat setelah tiga hari tidak ada yang mengambil, maka untuk antisipasinya kita sudah mengambil sampel tulang clavikula dan kuku korban. Kita kirim ke Labfor Polda Jateng untuk kepentingan tes DNA nanti,”katanya.

Humas RSUD Sunan Kalijaga, Kusmanto, M.Kes mengatakan, kondisi jasad mayat dalam kardus saat ini masih disimpan di ruang mayat rumah sakit. “Belum dimakamkan. Jasadnya masih di kamar jenazah. Kita masih menunggu surat pemakaman dari Polres Demak. Biasanya kalau mayat tanpa identitas, kita makamkan di pemakaman Perumahan RSS Kota Demak belakang rumah sakit,”katanya.

Baca juga:  Bantu Lima Ton Beras untuk Guru Madin

Menurutnya, sejauh ini yang telah dilakukan terkait dengan jasad korban yang diduga korban pembunuhan itu adalah visum. Yaitu, memeriksa keadaan jasad dari bagian luar. Sedangkan, untuk otopsi atau operasi bedah tubuh dijalankan tim forensik Polda Jateng.

Dalam visum sebelumnya telah diketahui, bahwa mayat wanita itu dibungkus jas hujan yang kemudian dimasukkan dalam kardus. Kardus ditali lakban. Lalu dibuang disaluran dekat gedung UPTD Pengairan Mijen.

Berdasarkan pemeriksaan visum, kepala sudah berbentuk tengkorak. Daging tangan dan kaki bagian ujung juga sudah hilang tinggal tulang. “Tidak bisa dikenali karena membusuk. Perkiraan kita sudah tujuh hari lebih meninggal,”katanya.

Tim visum RSUD juga menandai bahwa jasad korban dibadannya masih pakai kalung emas tanpa liontin. Pakai celana jins, baju kaos warna hitam. Juga celana dalam dan lainnya sebagaimana ciri-ciri korban yang telah disebutkan sebelumnya. (hib/bas)

Baca juga:  Status Zona Merah, Ratusan Warga di 13 RT Jalani Isolasi¬†

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya