alexametrics

ISNU Demak Gelar Madrasah Kader yang Pertama di Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Demak menggelar madrasah kader (MK) yang pertama di Demak sekaligus di Indonesia. Pendidikan kaderisasi para sarjana dari berbagai latar belakang disiplin ilmu ini dinilai penting untuk membekali kader dalam mengelola organisasi.

Ketua PC ISNU Demak, Taufiqurrahman mengatakan, madrasah kader ikatan sarjana Nahdlatul Ulama (MK-ISNU) tersebut menjadi kawah condrodimuko atau tempat penggodokan kader agar tanggap dan peka terhadap tantangan organisasi saat ini maupun di masa mendatang. “MK-ISNU ini diikuti 70 peserta,”ujarnya dalam pembukaan MK-ISNU di Ponpes Al Fattah, Kota Demak, Jumat (17/6).

Menurutnya, MK-ISNU digelar sebelum pelantikan pengurus PC ISNU. “Kalau tidak ada MK-ISNU, maka tidak akan ada pelantikan pengurus. Sebab, kaderisasi itu syarat utama,”katanya.

Baca juga:  PKB Bantu 500 Paket Sembako untuk Guru RMI NU

Menurutnya, pendidikan kader ini didampingi instruktur dari PP ISNU. “Setelah ikut MK-ISNU ini, diharapkan kader ISNU lebih tercerahkan dan bisa lebih baik dan bersemangat dalam berkhidmat di NU,”katanya.

Kepala MK-ISNU pusat, Dr Fadli Yasir menyampaikan, pola kaderisasi dalam MK-ISNU sangat membantu dalam kaderisasi di NU. “Jadi, MK-ISNU di Demak ini memang yang pertama di Indonesia setelah adanya moratorium kaderisasi yang dilakukan PBNU pasca muktamar di Lampung,”katanya.

Menurutnya, moratorium tersebut sebagai salah satu cara memperbaiki sistem kaderisasi dilingkungan NU, termasuk di ISNU. “Dalam pembelajaran MK-ISNU ini minimal 30 jam. Ini juga sebagai bukti sejauhmana kita berkhidmah di NU. Ini supaya tidak ada yang ujuk-ujuk mengaku jadi kader NU,”ujarnya.

Baca juga:  Perhatikan Dampak Sosiologis, Pendidikan maupun Ekonomi Masyarakat

Dia mengatakan, setelah Demak, MK-ISNU selanjutnya diadakan di Indramayu, Sidrap, Makasar, Sumatera Utara dan daerah lainnya. Dr Fadli menegaskan, bahwa kaderisasi MK-ISNU setara dengan kaderisasi di NU.

“Kaderisasi MK-ISNU ini setara dengan pendidikan dasar kader penggerak NU (PDKP-NU). Ini akan kita jalankan secara masif,”katanya. Setelah itu, peserta MK-ISNU bisa ikut kaderisasi lanjutan. Yaitu, pendidikan kader menengah NU (PDKM-NU). Yang terakhir, bisa ikut kaderisasi tingkat tinggi dalam akademi kepemimpinan nasional NU (AKN-NU).

Ke depan, untuk bisa menjadi ketua PCNU harus sudah ikut kaderisasi menengah. Sedangkan, untuk menjadi ketua PBNU juga harus mengantongi sertifikat kaderisasi tertinggi. Yaitu, AKN-NU.

Ketua PCNU Demak, KH Aminudin mengapresiasi adanya MK-ISNU ini. “Tugas utama setelah MK-ISNU ini adalah menginventarisir para sarjana NU. Ini akan menjadi kekuatan NU,”katanya. Dari inventarisir itu, ISNU akan memiliki database sarjana yang berkompeten di bidangnya. Stok sarjana yang melimpah akan dapat membantu NU dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat NU atau nahdliyyin.

Baca juga:  Perkuat Koperasi, Kemenkop Gelontor Rp 1 Triliun 

Pj Sekda Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, ISNU perlu membuat program yang pasti untuk bisa dijadikan kegiatan yang dapat mendorong kreatifitas sarjana NU. “Sarjana NU harus lebih kreatif,”katanya. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya