alexametrics

Pilkades di Demak Masih Diwarnai Politik Uang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Money politik atau politik uang masih terus mewarnai pemilihan kepala desa (pilkades). Perilaku ini masih menjadi perhatian serius Pemkab Demak. Sebab, realitasnya masih sulit untuk menghilangkan politik uang.

Bupati Demak dr Eistianah mengaku sulit dalam mengatasi money politics dalam pilkades. “Gampang-gampang susah (mengatasi) money politics,” katanya di sela pendidikan politik menyongsong pilkades serentak yang digelar Badan Kesbangpol Pemkab Demak di ruang Bina Praja kemarin.

Ia menambahkan, pilkades merupakan ajang politik yang di dalamnya terkait penjabaran visi misi untuk membangun desa. Bupati mengapresiasi pilkades serentak yang bakal digelar di 183 desa di Demak Minggu Kliwon 16 Oktober mendatang.

Baca juga:  Haul Gus Dur: PKB Punya Peran Besar dalam Melayani NU

Kepala Badan Kesbangpol Demak Fathurrahman menambahkan, pilkades merupakan sarana masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas. Maka, partisipasi politik dalam pilkades sangatlah penting. “Termasuk mengkritisi visi misi para calon pemimpin desa tersebut,” katanya.

Kepala Dinpermades P2KB Demak, Taufik Rifai menambahkan, partisipasi paling tinggi adalah pilkades dibandingkan dengan pilgub, pilpres dan pileg. Karena itu, jangan sampai ada konflik pilkades. “Sebab, bisa merusak persaudaraan. Maka, harus ada antisipasi sejak dini,” ujarnya. (hib/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya