alexametrics

Kronologi Pembunuhan Sadis di Demak, Adik Ipar Dibunuh dan Diperkosa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Aksi pembunuhan keji disertai pemerkosaan terjadi di Dukuh Kadilangon, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Korbannya FN, 18. Sedangkan pelakunya Syarif Hidayat, 21, warga Dukuh Muntuksari, Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Pelaku adalah kakak ipar korban. Istri pelaku adalah kakak kandung korban. Syarif berhasil ditangkap aparat Satreskrim Polres Demak tak sampai 12 jam setelah kejadian.

Aksi pembunuhan itu dilakukan dengan motif cemburu lantaran korban memiliki pacar. Sebelumnya, pelaku memendam perasaan cinta kepada korban, namun tidak kesampaian.  Karena cemburu itu, pelaku berniat menyetubuhi korban. Korban sendiri sempat disetubuhi pelaku dua kali di hari yang berbeda.

Usai menyetubuhi korban untuk kali pertama, pelaku merasa takut jika korban melaporkan ke istri dan orang tuanya (mertua pelaku, Red). Karena dorongan ingin menyetubuhi kali kedua, pelaku pun mengancam korban. Korban dianiaya lagi hingga tidak bernyawa. Setelah terbunuh itu, korban kembali menyetubuhi korban.

Baca juga:  Anda Bisa Menghasilkan Uang di Forex Tanpa Harus Berinvestasi

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menyampaikan, kasus pembunuhan berawal ketika Selasa (24/5) sekitar pukul 21.00 lalu, korban pulang kerja.  Ia lalu beristirahat di dalam kamarnya sembari mendengarkan musik melalui handphone. Sekitar pukul 21.30, korban sempat diingatkan pelaku agar  menurunkan suara musik yang  didengarkan. Diingatkan sampai tiga kali, tidak dihiraukan korban.

Baca Juga: Biadab! Pria di Demak Tega Perkosa dan Bunuh Adik Iparnya

Karena kesal, pelaku masuk ke kamar korban, lalu membekap mulut dan hidungnya. Ia juga membenturkan kepala korban ke tembok.

“Saat itulah, pelaku menyampaikan keinginannya untuk menyetubuhi korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak melaporkan perbuatannya ke kakak korban (istri pelaku, Red) dan ibu mertua,”jelasnya.

Dalam kondisi tidak berdaya, korban hanya bisa menganggukkan kepala. Meski demikian, korban sempat berupaya melepaskan bekapan tangan pelaku. Karena berontak, bekapan pelaku makin kuat, dan sambil bilang ke korban jangan salahkan jika berbuat kasar. Pelaku pun akhirnya menyetubuhi korban yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Baca juga:  Pemdes Harus Inovatif, Perkuat Aplikasi dan Tertib Administrasi

Usai berbuat tak senonoh itu, pelaku tidur di kamar korban. Selang sehari, tepatnya pada Rabu (25/5) sekitar pukul 01.00 dinihari, pelaku yang tinggal tak jauh dari TKP kembali ke kamar korban. Ia melihat korban sudah sadar kembali.  Saat itulah pelaku bermaksud memperkosa korban lagi.

“Aku meh njaluk meneh,”ujar pelaku.  Korban menolak permintaan pelaku. “Moh aku wes lemes mas,”jawab korban.

Karena kesal tidak dituruti permintaannya, mulut dan hidung korban kembali dibekap. Kepala korban juga dibenturkan tembok kamar.

“Tangan kanan pelaku juga menampar korban dua kali mengenai pelipis dan bagian muka. Karena tangan kiri pelaku masih membekap mulut dan hidung korban, korban pun pingsan,”kata kapolres.

Selanjutnya pelaku pergi ke belakang rumah mencari kayu dan digunakan untuk memukul dada kiri korban. Tak puas, pelaku  kembali memukul mulut korban dengan tangan kanan. Mengetahui kepala korban masih bergerak,  mulut dan hidung korban kembali dibekap. Pelaku lalu memeriksa urat nadi korban. Setelah diketahui tidak bernyawa, korban kembali diperkosa.

Baca juga:  Kesaksian Penumpang Bus Terguling Demak: Sedang Sarapan, Tiba-tiba Terpelanting

Usai melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, tubuh korban diseret hingga sejauh 20 meter, dan diletakkan di semak-semak di samping rumah tetangga.

Kapolres mengatakan, atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti (BB) daster warna coklat merah muda, celana dalam warna hitam, BH warna abu-abu, kalung silver, anting- anting, serta HP merek OPPO warna putih milik korban.  (hib/aro)

 

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya