alexametrics

SDN Ngelowetan Demak Bangun Green House dan Sediakan Ruang Terbuka Hijau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Konsep eco green park (EGP) di sekolah kini sedang marak dikembangkan. Salah satunya di SD Negeri Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Rasanya seperti sedang berada di sebuah tempat wisata betulan. Itulah kesan pertama ketika berkunjung ke SD Negeri Ngelowetan, Kecamatan Mijen. Di sekolah ini terdapat sebuah ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan.

Aneka tanaman buah, taman edukasi, dan area bermain anak-anak, serta sebuah green house dengan aneka macam sayur-mayur tersedia lengkap. Siapapun yang berkunjung ke SD ini akan terasa nyaman.

Kepala SD Negeri Ngelowetan Hartono SPd mengatakan, pihaknya saat ini memang sedang melakukan pengembangan sekolah. Penataan ruangan yang nyaman, kebersihan lingkungan, peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar, serta kepedulian terhadap lingkungan. “Itu semua sedang menjadi prioritas pembangunan,”ujarnya.

Karena itu, konsep pembangunan dengan model EGP tersebut menjadi sebuah pilihan. Untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan sekolah, kini digiatkan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Baca juga:  Tempat Karaoke di Kota Wali Marak Lagi

Dia menuturkan, gerakan PBLHS merupakan sebuah aksi yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran diri dan sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah. Ini dilakukan sebagai wujud dari  penerapan perilaku ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaan gerakan PBLHS ini diterapkan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, serta pemanfaatan lahan untuk penanaman aneka tanaman. Penerapan gaya hidup sehat  dilakukan dengan membuat aturan kepada anak didik untuk tidak jajan sembarangan dan diimbau untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Apabila mereka jajan, juga diperingatkan untuk tidak dibungkus dalam plastik. Namun membawa tempat makanan dan minuman dari rumah. Selain itu, untuk penerapan pemanfaatan lahan dilakukan dengan membuat taman dengan aneka tanaman bunga, buah, sayur, serta tanaman obat.

Sedangkan kepedulian lingkungan diterapkan dengan budaya hidup bersih serta penyiapan tempat sampah di sudut-sudut sekolah yang berpotensi anak-anak membuah sampah sembarangan. “Tujuan utama dari gerakan ini sebenarnya untuk mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggungjawab, dan upaya pelestarian lingkungan,”katanya .

Baca juga:  Sudah Gelontor 121 Tangki Air Bersih

Di sini, lanjut dia, kuncinya adalah pada kesadaran atas rasa empati dan rasa memiliki, sehingga muncul partisipasi dari semua warga sekolah. Mulai dari guru, kepala sekolah, dan peserta didik. “Adapun peran komite sekolah, wali murid, serta perangkat desa juga melekat, karena keterlibatnnya juga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan,” ujarnya.

Untuk mencapai semua itu, lanjut Hartono, upaya yang dilakukan sejauh ini adalah melakukan pendekatan secara persuasif dan komunikatif. Karena itu, dalam berbagai kegiatan pihaknya selalu melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik, mulai dengan warga sekolah maupun pihak terkait.

Hartono menuturkan, selain kenyamanan lingkungan sekolah, pihaknya juga sangat memperhatikan upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Bebarapa upaya yang telah dilakukan di antaranya adalah peningkatan kompetensi pengajar, peningkatan dalam pemakaian metode yang sudah ditetapkan, serta peningkatan sarana prasana belajar mengajar.

Baca juga:  428 ASN Demak Disumpah

“Untuk peningkatan sarana prasarana dalam kegiatan belajar mengajar, kami sudah sediakan laboratorium komputer. Dengan tersedianya laboratorium komputer, kami harapkan sejak dini anak-anak mampu mengoperasikan komputer, sehingga ketika lulus SD mereka sudah tidak gagap teknologi.”

Selain itu, perpustakaan sekolah juga  dikelola dengan baik untuk meningkatkan minat baca anak, serta menambah pengetahuan mereka. “Dengan penataan perpustakaan yang baik, kita harapkan anak-anak semakin betah untuk membaca. Sehingga pengetahuan dan wawasan mereka juga semakin bertambah,”harapnya.

Salah satu siswi di sekolah tersebut, Parisya Lituhayu Javas, mengaku, senang dan nyaman dengan tersedianya taman baca, green house, serta penerapan hidup sehat dan budaya bersih lingkungan di sekolahnya. “Kita semua menjadi lebih semangat dalam belajar. Saat istirahat pun kita bisa bermain di tempat yang teduh dan nyaman,”ujarnya. (hib/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya