alexametrics

Wakil Ketua Komisi XI Beri Apresiasi Positif Pertumbuhan Ekonomi di Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Drs H Fathan Subchi mengapresiasi terkait tingginya pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah (Jateng), utamanya pada kuartal I tahun 2022 ini. Kondisi demikian juga mendapat apresiasi banyak kalangan. Menurut Fathan, situasi ini menjadi indikator kebangkitan ekonomi Indonesia setelah dihantam resesi akibat pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi Jateng berada di level 5,16 persen. Tentu, ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang ada di level 5,01 persen. Fakta ini sangat mengesankan,”kata Fathan, legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dari dapil Demak, Kudus dan Jepara ini.

Meski demikian, Fathan mengingatkan agar pertumbuhan itu juga disertai dengan sikap waspada terhadap potensi gejolak ekonomi akibat perubahan situasi global yang sangat dinamis.

Dia mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) di Jateng memegang kunci kebangkitan ekonomi Indonesia setelah dihantam resesi akibat pandemi Covid-19. Pemda dapat mendongkrak berbagai produk unggulan maupun menjaga stabilitas ekonomi di kawasan masing-masing. “Pemda memiliki peran strategis dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional pasca merebaknya pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir. Diantaranya dengan mendongkrak nilai jual berbagai produk unggulan yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Baca juga:  Ajari Wirausaha Olah Ikan laut

Fathan mengungkapkan, daerah-daerah kabupaten atau kota di Jateng mempunyai berbagai produk unggulan yang mempunyai nilai jual tinggi. Mulai dari sektor pariwisata, pertambangan, perkebunan, perikanan hingga hasil hutan. Berbagai produk unggulan tersebut saat ini mulai menggeliat setelah pandemi Covid-19 melandai secara konsisten.

“Perputaran uang di daerah saat libur lebaran Idul Fitri yang lalu misalnya, menjadi gambaran betapa besar potensi produk unggulan daerah menyerap daya beli masyarakat kita. Jika hal tersebut dijaga secara konsisten, maka kontribusi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan sangat tinggi,” katanya.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, pemda menunjukkan peran penting dalam menahan laju resesi. Pemda juga berperan penting dalam menggunakan instrumen fiskal, yakni transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) untuk meminimalkan dampak pandemi Covid-19.

Baca juga:  Bangun Kantor DPC PDIP Demak, Awali dengan Peletakan Batu Pertama

“Banyak pemda hingga di level desa yang menggunakan dana dari pusat tersebut untuk kebutuhan penanganan pandemi baik dari sektor kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Langkah ini terbukti membuat level resisi di Indonesia tidak sedalam negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Jepang, bahkan Amerika Serikat,” katanya.

Saat ini, kata Fathan, berbagai indikator ekonomi menunjukkan perbaikan. Menurutnya Indonesia adalah salah satu negara yang sudah keluar dan berada di atas kondisi pra-pendemi. Sebagai contoh, di kuartal pertama 2022 ini, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berada di atas rata-rata produk domestik bruto (PDB) di tahun 2019. “Kendati demikian, kita menghadapi ancaman naiknya inflansi seiring kenaikan harga BBM maupun naiknya berbagai komoditas bahan pokok. Situasi ini harus diwaspadai karena bisa menggerus daya beli masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Distribusikan 1.500 Paket Sembako

Politikus PKB ini menegaskan, bahwa dalam upaya menjaga tingkat inflansi ini, pemda mempunyai peran signifikan. Melalui Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID), pemda dapat berkontribusi dalam meminimalkan gejolak harga kebutuhan di semua lini, utamanya harga pangan.

“Pemda bisa mengambil langkah taktis bekerja sama dengan para stakeholder terkait untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan,”katanya. (hib/svc/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya