alexametrics

Siswa Bersukacita, Ganjar Resmikan Status SLB Negeri 1 Demak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Sukacita dirasakan Anindhya, 8, murid SLB Negeri 1 Demak, saat dikunjungi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Di depan Ganjar, ia mendaras Al-Fatihah dan menyanyikan “Garuda Pancasila”. Pemandangan itu terjadi, saat Ganjar meresmikan pergantian status SLB Yaspenlub menjadi SLB Negeri 1 Demak. Sekolah yang berdiri sejak 1976 ini telah mendidik ratusan siswa berkebutuhan khusus agar memiliki kemandirian.

Saat dialog, Ganjar menyempatkan diri menyapa Anindhya. Gadis cilik yang duduk di kursi roda itu di temani gurunya. Di hadapan Ganjar, gadis yang biasa disapa Anin itu membaca Al-Fatihah dan unjuk kebolehan bernyanyi. Karena keberaniannya, siswi yang mengalami disabilitas daksa dan grahita itu dihadiahi sebuah telepon pintar.

Sempat malu-malu, Anin –sapaan akrabnya Anindhya- akhirnya mau menerima bingkisan yang diberikan langsung oleh Ganjar. “Seneng, nanti dibuat lihat Youtube,” ujar siswi kelas dua tersebut, Jumat (13/5).

Baca juga:  Puting Beliung Robohkan Dua Rumah

Ganjar menaruh apresiasi terhadap upaya Yayasan Pendidikan Luar Biasa (Yaspenlub) yang telah mendidik anak-anak berkebutuhan khusus di Demak. Di awal pendiriannya, banyak stigma negatif terhadap anak-anak tersebut.

“Dari tahun 1980-an, ketika peserta didiknya hanya 6, namun para pejuang SLB di sini punya semangat yang hebat. Meski ada stigmatisasi dan terjadi olok-olok di tengah masyarakat,” sebutnya.

Dijelaskannya, upaya Pemprov Jateng untuk mengambil alih manajemen sekolah agar dapat memaksimalkan dukungan. “Maka hari ini kita ambil alih, kita negerikan. Tanahnya akan dibantu oleh Bu Bupati, diserahkan kepada kita. Insyaallah kita akan bangun. Syukur-syukur tanah di sebelah juga bisa agar lebih bagus,” tuturnya.

Sukacita juga ditunjukkan oleh orang tua siswa. Di bawah payung Pemprov Jateng, harapan disematkan agar anak berkebutuhan khusus mendapat perhatian dan mencapai kemandirian.

Harapan itu, disampaikan oleh Tuti Ariyanti, orang tua anak berkebutuhan khusus, di depan Gubernur Ganjar Pranowo saat meresmikan pergantian status sekolah. Ia menyebutkan, sekolahan itu membimbing anaknya menjadi mandiri.

Baca juga:  Demak Darurat Pelecehan Seksual Anak Bawah Umur

Namun, ia mengeluhkan bagaimana ruangan belajar yang kurang representatif selama dinaungi yayasan. “Mudah-mudahan bisa memberikan support lagi dari provinsi. Dulu sekolah itu satu ruangan untuk empat kelas. Kondisinya terlalu padat,” ujarnya.

Harapan serupa diungkapkan Juyamin. Di depan Ganjar ia mengaku terharu sekolah tempat anaknya menimba ilmu, bersalin status. Ia menyebutkan, hal ini sebagai pemenuhan janji Ganjar, saat menyambangi Demak beberapa waktu silam.

“Bapak waktu itu bilang terkait SLB, itu bukan urusan bupati atau sekda, tapi itu urusan bapak. Alhamdulillah nadzar bapak sudah sampai ke sini. Bisa tanda tangani jadi SLB negeri. Alhamdulillah,” paparnya.

Prioritaskan Perubahan Status

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Uswatun Hasanah menegaskan segera berkoordinasi dengan Pemkab Demak terkait aset tanah. Setelah rampung, pihaknya akan memberikan bantuan pembangunan sekolah tersebut.

Baca juga:  Bupati Demak Canangkan Desa Sadar Zakat

Selain pembangunan fisik, Uswatun menyebut perlunya analisis terkait jumlah murid. Hal itu, berpengaruh pada analisis kebutuhan ruang belajar yang nantinya digunakan. Tidak hanya ruang kelas, analisis mutlak dilakukan untuk ruang kreativitas. Hal ini penting, karena siswa-siswi SLB membutuhkan keterampilan guna hidup mandiri.

“Antusiasnya luar biasa, pendaftarnya sekitar 253 anak. Tadi sudah ngobrol dengan Bu Bupati, Insyaallah akan dipercepat untuk prosesnya (hibah tanah di sebelah SLB Negeri Demak), nanti akan kami tata pemberian bantuan pembangunan,” urainya.

Ia menyebutkan, perhatian kepada sekolah luar biasa, tidak hanya dilakukan untuk SLB di Demak. “Yang jelas kemandirian untuk semua. Kami prioritaskan peralihan status dari pemkab/pemkot ke provinsi. Ada banyak yang belum masuk ke kami untuk proses hibahnya,” jelas Uswatun. (akr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya