alexametrics

Tampilan Seni Tari Tradisional Semarakkan Rakorda Partai Golkar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Rapat koordinasi daerah (Rakorda) dan pendidikan politik DPD Partai Golkar Kabupaten Demak yang berlangsung, Minggu (24/4), digedung kuning Jalan Sultan Fatah, Kota Demak berlangsung meriah.

Rakorda dibuka dan disemarakkan dengan seni tradisional dari Sanggar Tari Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam. Gelaran seni tari ini digawangi dan dibina langsung Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Demak, H Nur Wahid.

Dalam rakorda yang dihadiri Pj Sekda Pemkab Demak Eko Pringgolaksito, Ketua Bappilu Jateng-DIY Iqbal Wibisono dan Kepala Kantor Kesbangpolinmas Agus Herawan ini juga dinyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibacakan ikrar setia pada Pancasila.

Ketua DPD Partai Golkar Demak, Siswanto mengatakan, rakorda digelar sebagai bagian dari upaya komunikasi dengan pengurus dalam mengelola partai.

Baca juga:  Pemkab Demak Desak Normalisasi Sungai Tuntang

“Perlu kami sampaikan lagi, bahwa rakorda ini sebagai sarana mengingatkan tentang hak dan kewajiban kita dalam menjalankan roda organisasi sampai ditingkat TPS. Ini adalah tugas kepartaian,”ujarnya.

Siswanto mengatakan, tugas kepartaian saat ini adalah memenangkan pemilihan legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres) dan menang pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2024 mendatang. Untuk memenangkan semua itu, kata dia, Partai Golkar tetap mengedepankan sopan santun.

“Golkar tentu punya cara sendiri dalam membesarkan partai. Juga dengan sopan santun. Politik tidak harus kaku tapi cair sehingga apapun bisa dirembuk dengan ngopi dan lainnya. Kita ingin naik kursinya, tapi tetap dengan cara yang nDemak banget,”katanya.

Pj Sekda Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, pihaknya mengapresiasi rakorda dalam melakukan konsolidasi sampai tingkat bawah. “Cita cita besar harus diiringi dengan semangat yang besar pula,”katanya. Menurutnya, pendidikan politik perlu dilakukan sebagai kawah condrodimuko.

Baca juga:  Dua Nelayan Demak yang Hilang Ditemukan Tewas

“Memang betul. Jalankan komunikasi dengan baik dan dengan sopan santun. Tapi, tetap disiplin dan memerankan sesuai dengan fungsi masing-masing,”ujar Eko.

Menurutnya, tujuan pendidikan politik adalah mengingatkan kader agar tidak lupa akan kulitnya. Entry pointnya adalah menyiapkan kader di masa mendatang.

“Tidak mungkin kita menjabat sampai yaumil qiyamah. Jadi, perlu ada kaderisasi. Ini yang harus kita bangun,”katanya. Eko berharap, kursi Partai Golkar bisa bertambah dari tujuh menjadi sepuluh.

Ketua Bappilu Jateng-DIY, Iqbal Wibisono mengatakan, Golkar harus besar. Konsolidasi harus berjalan terus. Harus ada penambahan kursi.

“Pemilunya nanti 14 Februari 2024. Maka, tugas partai adalah mengkonsolidasikan baik internal maupun eksternal,”jelasnya. Iqbal menambahkan, pendidikan politik sangat penting.

Baca juga:  Jalan Sudah Ditinggikan 15 Kali, Pintu Berubah Jadi Jendela

“Disinilah, pentingnya membuat kepengurusan sampai tingkat desa. Kuncinya adalah konsolidasi dan penataan,”kata Iqbal. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya