alexametrics

Rumah Dijarah Peserta Arisan Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Kasus arisan online bodong yang dilakukan Vera melebar. Rumah kakak pelaku, Luluk di RT 10 RW 2, Kampung Stasiun, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota dijarah sejumlah peserta atau member arisan online. Tidak terima dengan penjarahan dan pencurian itu, akhirnya Luluk melaporkan ke Polres Demak.

Kuasa hukum korban Joko Susanto, SH dari Josant and Friend’s law office mengatakan, kasus sudah dilaporkan 10 Januari 2022 dan sudah melengkapi berkas laporan Jumat (4/2) kemarin. Peristiwa penjarahan terjadi Minggu (9/1) pukul 21.00 di kediaman kliennya di Kampung Stasiun, Kota Demak.
Sekelompok orang langsung masuk dan mengambil berbagai barang milik Luluk. Semua dijarah dan diangkut dengan truk.

Baca juga:  Resto Pelaku Utama Arisan Online di Blora Dijarah, Rumahnya juga Sudah Kosong

“Saat kejadian, kondisi rumah klien kami saat itu sedang kosong,” katanya.

Joko menambahkan, kliennya sebelumnya menerima informasi dari tetangga. Ternyata ditemukan percakapan di grup whats Wpp untuk melakukan penjarahan dari seseorang berinisial MB. Dalam pesan WA itu, MB menuliskan dengan bunyi, ke rumah Vera geledah barang2 yg masih bisa diamankan,. “Kita lampirkan bukti bukti terkait, baik percakapan di WA, video dugaan tindak pidana maupun surat pernyataan para saksi,” tambahnya.

Berbagai barang di rumah kliennya hilang. Seperti lukisan, tas, butik, 3 lemari, kursi sofa dan kayu, televise, meja rias dan isinya, baju, audio, blender, sepatu, piring, gelas, bedcover, bantal, guling, jam, karpet, berkas, surat atau dokumen penting dan lainnya. “Ini kan penjarahan atau pencurian dan mereka melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian. Kita berharap pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum,” ujarnya.

Baca juga:  Banyak yang Tergiur, Begini Cara Kerja Bandar Arisan Online Salatiga

Dalam laporan, mereka menjarah rumah Luluk terkait sekelompok orang yang diidentifikasi sebagai member (anggota) arisan online Vera Vero. Bahkan, tiga diantaranya mengaku melakukan pencurian dan telah mengembalikan barang bukti pencurian dengan membuat pernyataan. Yakni HA, DN dan MEY.

“Tapi, masih banyak pelaku lain yang belum mengembalikan. Untuk yang mengembalikan barang yang telah dicuri pihak keluarga memaafkan. Meski demikian, klien kami tetap memohon perkara ini bisa diperiksa segera dalam proses hukum untuk pelaku lain,” tambahnya.

Korban penjarahan Luluk mengaku selain dijarah, rumahnya dicorat-coret. Pelaku menjarah ramai-ramai dan diketahui tetangganya. Dengan membawa truk, pikap, mobil Pajero dan lainnya. Barang yang ada di rumah habis semua.Termasuk, barang-barang suami dan adik-adiknya.

Baca juga:  Reintegrasi Sosial, 92 Napi dapat Remisi Khusus Idul Fitri

“Saat kejadian, saya tidak di rumah. Tahu-tahu dihubungi pak RT bahwa rumah saya telah dibobol,”katanya.

Luluk menyesalkan kejadian tersebut. Ia tidak tahu-menahu dengan kejadian arisan online yang melibatkan adiknya Vera. Vera sebetulnya sudah banyak nomboki para member arisan online karena banyak juga yang tidak membayar arisan. “Saya tidak ada sangkut pautnya dengan arisan online (Vera, red). Kenapa rumah saya dibobol barang barang diambil semua,” tambahnya. (hib/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya