alexametrics

Rumah Keluarga Bandar Arisan Online di Demak ‘Dijarah’ Member

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Kasus arisan online yang dialami Vera berdampak kepada keluarganya. Seisi rumah Luluk (kakak Vera) yang berada di wilayah RT 10 RW 2, Kampung Stasiun, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota diduga dijarah oleh sejumlah peserta atau member arisan online yang melibatkan Vera (adik Luluk).

Karena merasa tidak terima dengan kejadian penjarahan dan pencurian  itu, Luluk selaku pemilik rumah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Demak.

Kuasa hukum Luluk, Joko Susanto, SH dari Josant and Friend’s law office menyampaikan, aduan atau laporan pertama dilayangkan pada 10 Januari 2022 lalu dan ditindaklanjuti untuk melengkapi berkas laporan pada Jumat  (4/2).

Dia mengatakan, peristiwa penjarahan dan pencurian pada Minggu malam (9/1) pukul 21.00 di kediaman kliennya di Kampung Stasiun, Kota Demak.

Awalnya, sekelompk orang masuk ke dalam rumah korban dan mengambil barang-barang milik pribadi keluarga Luluk. Mereka menjarah barang barang korban yang kemudian dimuat dengan kendaraan truk tanpa izin. Apalagi, tindakan itu juga tidak mendasarkan pada putusan resmi pengadilan.

“Padahal, kondisi rumah klien kami saat itu sedang kosong,”ujarnya. Karena perbuatan itulah, para pelaku dinilai telah melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana 5 tahun penjara atau pasal 363 yaitu pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Kita berharap, para pelaku bisa segera ditangkap dan diproses secara hukum,”ujarnya di Mapolres Demak kemarin.

Baca juga:  Takmir Masjid Agung Santuni Anak Yatim

Joko menambahkan, terkait dengan kejadian pencurian itu, pihak keluarga korban (Luluk) sebelumnya telah menerima informasi dari tetangganya. Dari penelusuran yang dilalukan, ditemukan bukti bukti termasuk percakapan di grup whatshaap (WA) yang inisiatif tindakan pencurian atau penjarahan itu dari seseorang berinisial MB.

Dalam pesan WA itu, MB menuliskan dengan bunyi,“kerumah Vera  gledah barang2 yg masih bisa diamankan, ….”.“Kita lampirkan bukti bukti terkait, baik percakapan di WA, video dugaan tindak pidana maupun surat pernyataan para saksi,”katanya.

Joko mengungkapkan, dugaan tindak pidana pencurian, penyerobotan dalam rumah dan perampasan barang barang pribadi diduga dilakukan secara terencana. Adapun barang barang yang diambil dari rumah korban, antara lain, lukisan, tas, butik, 3 lemari, kursi sofa dan kayu, televise, meja rias dan isinya, baju, audio, blender, sepatu, piring, gelas, bedcover, bantal, guling, jam, karpet, berkas, surat atau dokumen penting dan lainnya.

Baca juga:  PGSI Desak Pencairan Tunjangan Profesi Guru dan Fungsional

Dalam laporan itu juga disampaikan, bahwa mereka yang menjarah rumah Luluk terkait dengan sekelompok orang yang diidentifikasi sebagai member (anggota) arisan online Vera Vero. Menurutnya, tiga diantaranya telah mengaku melakukan pencurian dan telah mengembalikan barang bukti pencurian dengan membuat pernyataan.

“Tapi, masih banyak pelaku lain yang  belum tertangkap hingga kini. Adapun, mereka yang mengaku dan bersedia menjadi saksi adalah inisial HA, DN dan MEY.

“Untuk yang mengembalikan barang yang  telah dicuri pihak keluarga memaafkan. Meski demikian, klien kami tetap memohon perkara ini bisa diperiksa segera dalam proses hukum untuk pelaku lain. Kami serahkan masalah ini ke penyidik Polres Demak untuk diproses secara hukum,”katanya. Polres sendiri setelah mendapati laporan itu akan menindaklanjuti.

Luluk, selaku korban mengatakan, selain rumahnya dijarah dan dibobol dengan mengambil barang seisi rumah, para pelaku juga diduga telah mencorat coret rumahnya.

“Saya di rumah Stasiun bersama delapan saudara. Sama anak dan suami. Adik saya Vera juga tinggal disitu. Tapi, itu adik adik ikut saya semua. Saya pengganti orang tua mereka. Saat kejadian, saya pergi di rumah saudara. Pas lagi keluar terjadi penjarahan. Tahu tahu saya dihubungi pak RT bahwa rumah saya telah di bobol,”katanya.

Baca juga:  Roadshow Safari KB di Klinik Pucang Anom Medika Mranggen Diikuti 43 Akseptor

Menurut Luluk, para pelaku melakukan aksi menjarah secara ramai-ramai dan diketahui para tetangganya. Pelaku ke rumah Luluk dengan membawa truk, pikap, mobil Pajero dan lainnya.

“Barang-barang saya dirumah habis semua.Termasuk, barang barang suami saya, dan adik adik saya,”ujar Luluk. Dia menyesalkan kejadian itu. Sebab, selaku kakak Vera, ia dan keluarga tidak tahu menahu dengan kejadian arisan online yang melibatkan Vera, adiknya itu.

“Kan saya tidak ada sangkut pautnya dengan arisan online (Vera).  La kenapa kok rumah saya dibobol barang barang diambil semua. Mereka juga tidak memberi tahu. Tiba tiba menjarah. Ada surat surat berharga juga diambil semua,”ungkap Luluk dengan nada sedih.

Luluk juga menyampaikan, Vera adiknya yang terlibat arisan online sebetulnya telah banyak nomboki para member arisan online lantaran banyak juga yang tidak membayar arisan. “Adik saya justru banyak nomboki,”kata dia. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya