alexametrics

Terkait Ujaran Kebencian Terhadap Prabowo Subianto, Gerindra Demak Laporkan Edi Mulyadi ke Polres

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak melaporkan secara resmi Edi Mulyadi terkait ujaran kebencian yang ditayangkan di akun Bang Edi Channel. Laporan terhadap mantan caleg DPR RI dari PKS tersebut diterima Kanit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Demak, Ipda Budiyono.

Ketua DPC Gerindra Demak, H Maskuri mengatakan, laporan tersebut bagian dari desakan kader partai dan elemen pendukung Prabowo yang tidak terima dengan pernyataan Edi Mulyadi tersebut.
“Kami berharap laporan ujaran kebencian ini bisa ditindaklanjuti oleh penyidik Polres Demak,”katanya.

Menurutnya, ujaran kebencian yang ditujukan ke Menteri Pertahanan RI tersebut secata otomatis telah menghina simbol negara. Karena itu, kata dia, perlu adanya tindakan tegas terhadap Edi Mulyadi. “Kami menunjuk bapak Mustain SH selaku kuasa hukum partai dan ketua Satria organisasi sayap partai,”katanya.

Baca juga:  Anggarkan Rp 5 Miliar untuk Struktur Lantai Terminal

Mustain menambahkan, materi yang dilaporkan ke Polres Demak soal pernyataan Edi Mulyadi yang antara lain berbunyi, menteri pertahanan Prabowo Subianto macan jadi kayak ngeong. “Rangkaian pernyataan kontroversial itu mestinya tidak diucapkan dan disebarluaskan dalam channel Bang Edi. Sebab, itu menciderai kami dari Partai Gerindra,”ujarnya.

Menurutnya, ujaran kebencian tersebut melanggar pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. “Pada intinya, pasal ini menerangkan bahwa barangsiapa menyebarkan berita bohong dihukum penjara maksimal 10 tahun. Kami berharap, laporan ini bisa diproses dan ditindaklanjuti segera sesuai bukti bukti dan prosedur yang berlaku,”ujar dia.

Turut dalam melaporkan kasus itu, seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD Demak. Yaitu, H Maskuri (wakil ketua DPRD), H Mu’thi Kholil (ketua komisi B), Danang Saputro (ketua fraksi), Marwan, H Muntohar, Ahmad Mansur, Mohamad Sodikin dan Jayadi. (hib/bas)

Baca juga:  Vaksinasi Kunci Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya