alexametrics

Kerugian Kebakaran Capai Rp 1,5 M, Siapkan Pasar Darurat untuk Pedagang Pasar Karangawen Demak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Pemkab Demak, Iskandar Zulkarnain mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan petugas pasar, jumlah total pedagang yang berjualan di Pasar Karangawen ada 761 orang. Sebagian besar, mereka menempati  los dan kios.

Dari jumlah itu, los dan kios yang ditempati untuk berdagang yang  kemudian terbakar ada 217 unit. Terdiri dari, los blok B ada 86, los blok C ada 82, kios dan los blok B ada 12, kios dan los blok B ada 16 serta los dan kios blok C ada 21. Selain itu, api juga membakar kios pemerintah daerah (pemda) 12  unit. Adapun, los dan kios yang masih bisa digunakan atau tidak terbakar berada di blok A, D, E dan F serta kios swadaya.

Baca juga:  Belajar dari Youtube, Dukun Aborsi Gugurkan Kandungan dengan Racikan Merica, Nanas dan Minuman Soda

“Bangunan pasar Karangawen ini dibangun sejak 1990. Kebakaran diduga akibat konsleting listrik,”katanya saat ditemui di Pasar Karangawen kemarin. Akibat kebakaran itu, lanjut dia, kerugian sementara mencapai Rp 1,5 miliar. Iskandar menambahkan, yang paling penting pasca kebakaran ini adalah menyiapkan lahan atau tempat untuk pasar darurat.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Karangawen Demak, Sumber Api Diduga dari Warung Bakso 

Sedianya, pasar darurat ditempatkan di sisi lahan yang berada di lapangan Desa Brambang atau sebelah timur pasar. Dilokasi tersebut juga bisa memanfaatkan lahan terminal kendaraan yang letaknya bersebelahan dengan lapangan. “Sudah ada solusi untuk penyiapan lahan pasar darurat,”ujarnya.

Untuk menyiapkan pasar darurat itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan  Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD) terkait apakah kebakaran itu bisa masuk kategori bencana sosial atau tidak.

Baca juga:  Tiga Tim Diterjunkan untuk Tambal Sulam 200 Lubang

“Hampir 50 persen los dan kios terbakar. Kalau kejadian ini bisa masuk bencana sosial, maka dapat menggunakan dana tak tersangka (DTT). Kita kaji bersama dengan BPKPAD,”katanya. Karena itu, kata dia, yang perlu disiapkan adalah penempatan pedagang di lokasi pasar sementara sekaligus anggaran yang harus tersedia untuk keperluan tersebut.

Koordinator pedagang Pasar Karangawen, Khoeron mengatakan, pihaknya berharap pemkab bisa segera membuat pasar darurat. “Pedagang bisa direlokasi sementara di lahan lapangan desa belakang terminal. Disitu ada sisa lapangan yang bisa ditempati,”ujarnya. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya