alexametrics

Begini Kronologi Penangkapan Pelaku Begal yang Berujung Pembunuhan Aktivis PMII di Demak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Tersangka pembunuhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Saefudin alias Asep, warga Desa Gaji, Kecamatan Guntur berhasil dibekuk.

Dalam perkara pembegalan yang berujung pada aksi pembunuhan Saefudin itu, petugas mengamankan tersangka MRM, 17, pelajar SMK serta barang bukti (BB) berupa, satu jaket jas korban, sepasang sandal jepit warna hitam milik korban, satu  sarung warna hijau, satu buah kaos warna putih, STNK Honda Vario 125 tahun 2019 warna hitam Nopol AA 6654 HZ yang dikendarai korban.

Kemudian sebuah helm warna hitam merek VOG, sebuah handphone (HP) warna biru tua merek Asus, sebuah batu terdapat bercak darah dari lokasi kejadian di jalan Bulusari-Blerong, sebuah celurit milik pelaku, sebuah kaos warna hitam, jaket jumper warna abu-abu, dan sebuah celana warna putih.

Kasatreskrim AKP Agil mengatakan, sebelum menangkap pelaku, petugas telah melakukan penyidikan secara intensif dengan melakukan pemeriksaan  terhadap para saksi diikuti penyitaan BB dan berkoordinasi dengan Bidlabfor Polda Jateng.

Baca juga:  Pemilihan Duta UMKM Meriahkan Demak Expo

Hasil dari pemeriksaan BB secara laboratoris menunjukkan, bahwa BB pakaian korban dengan pakaian yang dikenakan terduga pelaku identik atau terdapat kesesuaian dengan keterangan para saksi sehingga mengarah kepada pelaku.

“Selain dikuatkan dengan keterangan saksi, bercak darah yangmenempel di celana dan celurit pelaku identik dengan golongan darah serta DNA korban,”ungkapnya.

Dar  hasil penyidikan diketahui, bahwa modus para pelaku dalam melakukan tindak kejahatan yaitu dengan cara membuntuti korban yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor sendirian melintasi jalan raya Bulusari-Blerong. Kemudian, para pelaku mengendarai dua sepeda motor memepet dan menghentikan korban hingga korban terjatuh dari sepedanya.

“Lalu, salah satu pelaku turun dan membacok dada korban dengan celurit hingga tembus paru paru. Usai dibacok, korban lari menjauh dan jatuh tersungkur dipinggir jalan raya,”katanya. Saat itulah, ketika salah satu pelaku akan mengangkat sepeda motor korban tiba-tiba saksi bernama Adi Purwoko dan Aris Muhtarom warga setempat meneriaki pelaku.

Baca juga:  Anggota Badan Permusyawaratan Desa Dibekali Teknis Pengawasan Dana APBDes

Mendengar teriakan saksi itu, pelaku langsung menjatuhkan motor korban yang akan dibawa lari itu. Pelaku yang berjumlah empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor lalu kabur dari lokasi kejadian. “Jadi, modus operandi pelaku adalah ingin menguasai barang barang milik korban, termasuk sepeda motor itu,”katanya.

Kasatreskrim menambahkan, para pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan curas di wilayah Desa Waru dan sekitarnya. Termasuk, jalan raya Bulusari hingga arah Mranggen. “Setelah satu pelaku ini kita tangkap, Alhamdulillah tidak ada kejadian curas di wilayah tersebut,”katanya.

Seperti diketahui, kejadian pembegelan itu terjadi pada 12 Desember 2021 lalu. Korban saat itu mengendarai motor menjemput dan mengantarkan keponakannya bernama Yazidun Ni’am di Ponpes Futuhiyah Mranggen. Korban sempat mampir dulu di rumah Lim, yaitu saudaranya, warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur.

Baca juga:  Rob Kepung Tiga Desa di Demak

Juga sempat ngopi bareng keponakannya itu di warung Nom’s kopi jalan raya Mranggen hingga pukul 24.00. Usai mengantar keponakannya itu, korban selanjutnya pulang ke rumahnya di Desa Gaji, Kecamatan Guntur. Korban dibuntuti para pelaku, lalu terjadilah peristiwa pembegalan dan pembunuhan tersebut.

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 atau pasal 365 ayat 4 jo pasal 53 ayat 1 atau pasal 170 ayat 2 dengan pidana seumur hidup atau penjara 20 tahun. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya