alexametrics

BPBD Demak Evakuasi 31 Sarang Tawon di 23 Desa

Artikel Lain

RADAR SEMARANG.ID, Demak – Tawon ndas (vespa) menjadi ancaman bencana di lingkungan pemukiman warga di pedesaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak turut bergerak cepat dalam menangani masalah tawon tersebut. Sebab, untuk masalah tawon tidak ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengurusi langsung.

Kepala pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, selama 2021, petugas BPBD setidaknya telah melakukan evakuasi 31 sarang tawon yang tersebar di 23 desa di 12 kecamatan. “Tawon ini ternyata lebih membahayakan dan mematikan jika ngentup orang atau warga yang rumahnya ada sarang tawonnya,”ujarnya kemarin.

Ia menambahkan, dengan tingkat bahaya yang seperti itu, petugas BPBD kerap kali mendapati laporan warga. Kemudian ditindaklanjuti dengan cara mengevakuasi sarang tawon yang telah dilaporkan tersebut. “Sarang tawon vespa biasanya ada di dalam rumah maupun pepohonan yang dekat dengan kediaman warga,” tambahnya.

Baca juga:  Penyuluhan Layanan KB untuk BOKB Kecamatan Guntur Dibantu Para Tenaga Medis

Dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, petugas dapat leluasa membasmi tawon yang bersarang di rumah warga tersebut. Ketika hendak mengevakuasi sarang tawon, petugas harus memastikan dengan APD yang lengkap.

Saat dievakuasi, tawon biasanya langsung menyerbu petugas. Karena itu, petugas perlu APD agar tidak tersengat tawon yang sedang mengamuk tersebut.  “Ini perlu untuk mencegah sengatan tawon yang sarangnya dievakuasi atau dibubarkan,” tambahnya (hib/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya